Barselnews, Pulang Pisau-Aksi pembunuhan anjing peliharaan menggunakan racun sedang marak terjadi di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Barselnews, aksi pembunuhan anjing peliharaan menggunakan racun tersebut tidak hanya terjadi di kota Pulang Pisau saja, akan tetapi terjadi di Desa Mantaren I.
Karena, ada beberapa anjing milik warga setempat yang mati secara mendadak yang diduga karena diracun secara sengaja oleh seseorang.
Kejadian ini tentunya membuat resah para pemilik anjing piaraan yang terkadang dilepas di halaman rumah pemilik.
“Ia pak, ada beberapa orang yang anjingnya mati secara mendadak, kita duga itu karena di racun. Dan yang jelas kita khawatir saja, sebab kita juga mempunyai anjing piaraan pak,” ujar Deos, warga Desa Mantaren I.
Ia mengatakan, para pemilik anjing ini juga khawatir, dimana aksi tersebut cukup mirip seperti yang terjadi di Ibukota Provinsi Kalteng yang mana, selain meracun anjing, para pelaku ini juga mencuri.
“Sebab para pelaku tersebut biasanya memanfaatkan saat pemilik rumah sedang bekerja atau saat suasana rumah sedang sepi, kemudian pelaku mengintai anjing yang diikat dihalaman rumah atau dilepas diluar rumah,” ujarnya.
Seperti diketahui, aksi racun anjing ini dilakukan dengan memberikan makanan yang telah dicampur dengan semacam racun, ketika anjing memakan makanan tersebut menjadi tidak bisa menggonggong, dan pingsan, bahkan mati secara mendadak, dan diduga aksi ini dilakukan pada malam hari.
Dikonfirmasi Media ini, Kapolres Pulang Pisau, AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada, SH.SIK melalui Kapolsek Kahayan Hilir, Iptu Sugiharso, Senin (28/1/2019) mengatakan, adanya laporan tersebut, pihaknya segera melakukan penyelidikan, dan ia pun meminta kepada masyarakat jika mengetahui ada orang yang mencurigakan, atau diduga pelaku untuk segera melaporkan ke Polsek setempat.
“Iya, kita segera menyelidiki itu, dan biasa pelaku ini melakukan aksinya pada malam hari, dan masyarakat agar mengawasi jika ada orang yang mencurigakan, dan segera laporkan ke kami,” kata Iptu Sugiharso.(EF/A1).

