Site icon zonakalteng

Harga Gas Elpiji 3 Kilogram di Kota Buntok Normal

Barselnews, Buntok – Harga gas elpiji 3 kilogram di kota Buntok, Barito Selatan tidak mengalami kenaikan atau normal.

Pantauan Barselnews di beberapa pengecer dan pangkalan gas gas elpiji bersubsidi tidak mengalami kelangkaan dan harganya masih normal sesuai Harga Eceran tertinggi.

Ada pun HET gas elpiji 3 kilogram untuk kecamatan dusun selatan atau kota Buntok dan sekitarnya dipangkalan Rp 18 ribu.

Kemudian untuk kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA) HET dipangkalan Rp 19 ribu, Dusun Utara (Dus-Ut) Rp 22 ribu. Dan di kecamatan karau kuala Rp 22 ribu, Dusun Hilir Rp 23.500, serta untuk kecamatan Jenamas Rp 24.500.

Hanya saja, disetiap warung pengecer gas elpiji 3 kilogram menjualnya per tabung seharga Rp 25 ribu.

“Perbedaan HET disetiap kecamatan, karena menyesuaikan dengan jarak tempuh dan ongkos angkut dan transportasinya,” kata pemilik pangkalan atau agen PT Borneo Barito Bumi Aprianus kepada Barselnews, Kamis (14/2/2019).

Ia membeberkan setiap pangkalan mendapatkan jatah 560 tabung perminggu dan penambahan sebanyak 280 tabung.

Untuk penambahan ini, lanjut dia, tidak menentu jumlahnya. Kadang-kadang pas 280 tabung, ada kalanya juga kurang.

“Jumlah tersebut mencukupi untuk 1 minggu bagi masyarakat yang kurang mampu. Dan sampai saat ini harga tidak mengalami kenaikan serta tidak langka,” ucap dia.

Ia menjelaskan, apalagi bagi siapa yang ingin membeli gas khusunya 3 kilogram harus melampirkan fotocopy KTP. Hal itu, merupakan syarat yang diperintahkan oleh pertamina untuk meminimalisir salah sasaran.

Artinya, gas elpiji 3 kilogram bersubsidi ini peruntukannya khusus kepada warga yang kurang mampu. Bagi yang statusnya ASN atau orang mampu tidak akan bisa membeli gas bersubsidi. (UR/A2).

Exit mobile version