Beranda Barito Selatan Tak Lagi Beroperasi PT Thu Green Energi PHK Seluruh Karyawan

Tak Lagi Beroperasi PT Thu Green Energi PHK Seluruh Karyawan

22
0

Barselnews, Buntok – Tutup total, PT Thu Green Energi (ThuGE) yang bergerak bidang briket arang beroperasi diwilayah desa Penda Asem dan Pararapak, Kecamatan Dusun Selatan, Barito Selatan, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap seluruh karyawannya.

Kepala Disnakertrans Barsel, Agus In’yulius mengatakan bahwa PHK terhadap 713 karyawannya tersebut, lantaran perusahaan yang bergerak dalam pengolahan briket arang itu tidak lagi beroperasi.

Hal tersebut, lanjut dia, berdasarkan surat yang disampaikan oleh pihak management PT.ThuGE kepada Disnakertrans Barsel, dengan Nomor : 002/THU/SKM/VII/2019, tertanggal 22 Juli 2019.

Dalam surat tersebut, disebutkan bahwa berhentinya seluruh operasional di projek konstruksi PTThuGE, disebabkan status kepemilikan saham atas perusahaan yang beroperasi sejak tahun 2018 tersebut telah berubah atau take over.

“Benar, informasi yang kami terima adalah karena terjadi take over kepemilikan saham perusahaan, makanya sementara operasional tidak bisa dilanjutkan sehingga berdampak pada PHK seluruh karyawannya di projek di Barsel,” kata Agus In’yulius kepada Barselnews, Senin, 12 Agustus 2019.

Ia menjelaskan, hingga saat ini, pihak perusahaan dalam hal melakukan PHK, sudah memenuhi kewajiban mereka untuk membayarkan seluruh gaji terakhir karyawan serta tunjangan-tunjangan lainnya.

“Saat melakukan PHK, pihak perusahaan sudah memenuhi kewajiban mereka, gaji terakhir dan tunjangan-tunjangan lainnya sudah dibayar sesuai aturan yang berlaku,” jelas dia.

Ia merinci PHK yang dilakukan oleh PT ThuGE terhadap 636 karyawan lokal, 24 tenaga kerja asing atau TKA dan 53 orang stafnya, dilakukan secara bertahap yakni sejak 9 dengan 22 Juli 2019 lalu.

Sementara itu, HRD PT ThuGE, Tito, membeberkan bahwa PHK yang dilakukan oleh pihaknya merupakan perintah management pusat, dikarenakan adanya take over kepemilikan saham perusahaan.

“PHK ini memang perintah management, karena adanya take over kepemilikan saham perusahaan kepada yang baru,” ucap dia. (U/A2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here