BarselNews, Muara Teweh – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara per September 2019 telah menangani sebanyak 427 kasus Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) yang menyerang warga.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, H Siswandoyo mengungkapkan bahwa seluruh penyakit Ispa yang diderita oleh warga akibat kabut asap yang melanda Kabupaten Barito Utara belakangan ini.
“Berdasarkan data yang masuk di Dinas Kesehatan (Dinkes) Barito Utara menyebutkan periode 2 – 14 September 2019 tercatat 427 kasus ISPA di daerah ini,” terangnya, Minggu 22 September 2019 di Muara Teweh.
Ia memaparkan, berdasarkan hasil rekapitulasi data masuk dari 16 Puskesmas yang tersebar di sembilan Kecamatan di daerah ini ada tercatat sebanyak 427 kasus ISPA.
Dia merinci, kasus ISPA terbanyak di Puskesmas Lahei II berjumlah 96 kasus, Puskesmas Muara Teweh 56 kasus, Puskesmas Lanjas 48 kasus, Puskesmas Sei Rahayu 39 kasus, Puskesmas Kandui 26 kasus, Puskesmas Butong 24 kasus dan Puskesmas Tumpung Laung 24 kasus.
Kemudian, Puskesmas Benao 23 kasus, Puskesmas Lemo 20 kasus dan Puskesmas Lahei 1 ada 20 kasus. Lalu Puskesmas Sikui 13 kasus, Benangin dan Lampeong masing-masing 10 kasus, Ketapamg 7 kasus, Mampuak 6 kasus dan Puskesmaa Mampuak 5 kasus.
“Ini sesuai data yang masuk periode 2-14 September 2019 terkait kasus ISPA,” kata Siswandoyo.
Sementara dalam rangka tanggap darurat kabut asap Pemkab Barito Utara dalam hal ini RSUD Muara Teweh, Dinas Kesehatan dan 16 Puskesmas se Barito Utara telah menyiapkan ruangan khusus untuk menangani pasien yang perlu oksigen karena darurat kabut asap ini.(DN/A2)

