Beranda Barito Utara Diduga Selewengkan Keuangan Desa, Kades Ini Dilaporkan Warganya

Diduga Selewengkan Keuangan Desa, Kades Ini Dilaporkan Warganya

21
0

BarselNews, Muara Teweh – Salah seorang oknum Kepala Desa (Kades) yang ada di Kecamatan Teweh Timur dilaporkan oleh warganya terkait dengan penyalahgunaan wewenang dan dugaan penyelewengan uang desa tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019.

Laporan tersebut secara tertulis akan ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Muara Teweh dengan tembusan kepada instansi terkait seperti Polres Barito Utara, Camat Teweh Timur, Kapolsek Teweh Timur dan Bupati Barito Utara.

Selain itu, empat warga yang melaporkan hal tersebut menemui wartawan untuk melakukan jumpa pers di Muara Teweh, Jumat 25 Oktober 2019.

Salah satu warga yang melaporkan, Bernandes mengatakan bahwa oknum kades tersebut terindikasi melakukan hal-hal penyalahgunaan wewenang jabatan dan telah melakukan penyelewenangan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2017, 2018 dan 2019.

Disampaikannya, bahwa penyelewengan ataupun penyalahgunaan wewenang tersebut seperti pembangunan gedung PAUD, pembelian truk untuk jenis usaha BUMdes dan pengalihan dana operasional BPD.

Selain itu pula, pengangkatan pengurus BUMdes yang tidak melewati musyawarah desa serta banyak dana yang tidak jelas penggunaannya seperti dana karang taruna, PPK dan dana operasional Lembaga desa lainnya.

Untuk pembangunan gedung PAUD, papar Bernandes, dibangun disamping rumah pribadi oknum kades tersebut dan menelan anggaran mencapai Rp552,5 juta ditambah dengan dana dari PT BEK sebesar Rp45 juta untuk pembayaran tanah serta Rp12,5 juta untuk sarana dan prasarana.

“Apabila PT BEK yang membeli tanah tersebut, semestinya ada penyerahan hibah tanah tersebut kepada pemdes, namun ini tidak ada. Selain itu, tanah tersebut merupakan tanah dari keluarga Kades tersebut,” ujar Bernandes didampingi Edy Sudarmi kepada wartawan.

Selain itu pula, tambah Edy, pemborong atau pengelola proyek pembangunan gedung PAUD tersebut adalah oknum Kades itu sendiri.

Sementara untuk pembelian sebuah truk untuk usaha BUMDes ini juga dilakukan dengan cara kredit dengan penyertaan modal selama tiga tahun berturut-turut yakni pada tahun anggaran 2017, 2018, dan 2019.

Dimana, jelas dia, apabila dilakukan pembayaran secara tunai maka harga beli truk tersebut hanya sekitar Rp300 juta, namun karena dilakukan secara kredit maka akhirnya menjadi Rp600 jutaan.

Bahkan, parahnya lagi, dalam dua tahun terakhir BUMDes tidak menghasilkan laba atau keuntungan dari truk tersebut. Sementara, lanjut dia, untuk dana operasional BPD tahun anggaran 2017 dialihkan untuk kegiatan lainnya dan telah dilaporkan kepada pihak insepktorat Barito Utara.

“tidak ada tranparansi mengenai pengelolaan keuangan desa baik DD maupun ADD dari kepala desa, sehingga warga mencurigai adanya penyelewengan dan penyalahgunaan wewenang,”: terangnya.

Sampai saat ini, oknum kades yang dilaporkan saat dicoba telpon oleh wartawan sebanyak dua kali tidak diangkat, selain itu juga melalui pesan SMS juga tidak ada balasan.

Sementara, , Camat Teweh Timur, Sudiyono saat dikonfirmasi melalui telpon menyatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belaum mendapatkan laporan mengenai penngaduan tersebut dari warga.

Namun dirinya mengakui bahwa pernah ada masalah antara Kades dan BPD di desa tersebut. Dikatakannya bahwa masalah ini telah diselesaikan oleh kedua pihak di Inspektorat Barito Utara.

“Kalau masalah kades dan BPD sudah selesai. Namun saya belum mendapatkan laporan mengenai masalah yang lainnya,” ujarnya.(DN/A2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here