ZONAKALTENG, Kuala Kapuas – Calicivirus dan Parvovirus merupakan dua jenis virus mematikan bagi hewan peliharaan khususnya anjing dan kucing. Demikian disampaikan kepala Distan Kapuas, Anjono Bhakti melalui Kasi Kesehatan Hewan, drh Anik Ariswandari.
“Kedua jenis virus ini paling mematikan bagi hewan peliharaan terutama kucing dan anjing,” kata Anik Ariswandari kepada zonakalteng.co.id, Jumat, 24 Januari 2020.
Ia mengatakan, penyeberan virus ini cukup cepat dan biasa menyerang binatang peliharaan masyarakat.
Biasanya, lanjut dia, Calicivirus menyerang pada kucing tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit, namun bisa saja membawa beberapa penyakit termasuk feline calicivirus. Hal ini memberikan risiko bagi anggota komunitas lainnya, terutama anak kucing.
“Ciri-ciri kucing terkena calicivirus diantaranya hidung berair, radang gusi, sariawan,” beber dia.
Penyebaran penyakit ini kontak langsung antara kucing dan kucing serta melalui manusia yang membelai kucing dan tidak mencuci tangan.
Ia menambahkan, sementara virus Parvovirus juga menyerang hewan peliharaan pada anjing. Gejala penyakit Parvo yang paling spesifik adalah muntah dan diare berdarah yang terjadi berulang-ulang. Serta gejala lainnya lesu, tidak mau makan dan demam.
“Virus parvo dapat dihindari dengan cara hindari kontak dengan anjing lain yang belum jelas kesehatannya. Serta diberikan vaksin yang tepat sebagai anti body,” ucap dia.
Ia pun mengimbau selama musim hujan atau musim pancaroba hewan peliharaan dikasih tambahan minum vitamin serta sering-sering membersihkan kandang dan lingkungan dengan desinfektan.
“Dengan perubahan cuaca dapat mempemgaruhi kesehatan pada hewan peliharaan, salah satu upaya pencegahan yakni harus rajin membesihkan lingkungan serta kandang dan memberikan vitamin,” pungkasnya. (DJEMMYNAPOLEON/A2).

