ZONA KALTENG, Pulang Pisau- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Pulang Pisau, Kalimantan Tengah akan turun lapangan untuk mengecek terkait informasi adanya Warga Negara Asing (WNA) yang datang ke Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir.
“Kita akan turun lapangan untuk melakukan pengecekan keberadaan 15 orang Warga Negara Asing asal China yang informasinya baru datang ke PLTU Desa Buntoi,” kata kepala Disnakertrans Pulang Pisau, Farisco Js Ibat, Rabu, 29 Januari 2020.
Pengecekan dengan turun ke lapangan itu akan dilakukan pihaknya bersama tim terpadu yang terdiri dari Kepolisian, Kesbangpol, Satpol PP dan lainnya.
Menurut dia, sejauh ini, PT Naga Bhuana belum menyampaikan laporan kepada pihaknya terkait adanya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bekerja pada perusahaan tersebut.
“Memang sebelumnya, ada sebanyak 22 orang TKA yang ada di PLTU itu, namun kontrak kerjanya sudah berakhir, dan mereka sudah tidak keluar dan tidak bekerja lagi pada perusahaan antara Mei hingga Juni 2019 lalu,” bebernya.
Untuk itu, pihaknya akan melakukan pemantauan turun ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi terkait adanya 15 orang warga negara asing (WNA) yang datang ke PLTU Desa Buntoi itu.
“Apabila informasi itu benar, maka pihaknya akan mengecek visanya, apakah visa kerja atau visa kunjungan. Kalau nantinya para TKA itu hanya menggunakan visa Kunjungan/ wisata untuk bekerja, maka hal itu akan kita tindaklanjuti dengan menyampaikan laporan kepada pihak Imigrasi,” kata dia.
Karena kata Farisco Js Ibat, berdasarkan data di Disnakertrans Pulang Pisau, jumlah TKA yang bekerja hingga saat ini tercatat sebanyak 5 orang saja.
“Lima orang TKA itu bekerja pada perusahaan mercuri, perusahaan sawit, perusahaan Kahayan Berseri dan PT Surya Cipta Perkasa (SCP),” jelas Farisco Js Ibat.(Sendri/A1).

