ZONA KALTENG, Kuala Kapuas-Palang Merah Indonesia (PMI) Kapuas, Kalimantan Tengah akan menggelar aksi donor darah sistem jemput bola dengan mendatangi sejumlah Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) dan instansi yang ada di daerah itu.
“Dalam aksi ini, kita turun ke lapangan dengan mendatangi sejumlah SOPD dan instansi yang pegawainya mau mendonorkan darah,” kata Koordinator PMI Kapuas, Ahmad Efendy, di Kuala Kapuas, Sabtu, 1 Februari 2020.
Aksi ini kata dia, merupakan program dari PMI Kapuas, dan hal itu dilakukan mengingat stok darah pada Unit Transfusi Darah (UTD) saat ini masih mengalami kekurangan.
“Kita yakin aksi yang akan kita laksanakan nantinya akan diterima oleh SOPD, instansi, karena ini merupakan kegiatan kemanusian seperti yang telah dilaksanakan PDAM Tirta Dharma Kapuas,” tuturnya.
Kepala UTD Kapuas, dr Erni Erawati menambahkan sebelum donor, pihaknya terlebih dahulu memeriksa takanan darah pendonor, dan kalau tensi darahnya 160, pendonor tidak diperbolehkan mendonorkan darahnya.
“Bagi pendonor memang tekanan darahnya harus normal, dan tidak sedang mengkonsumsi obat lantaran sedang sakit. Bagi perempuan yang sedang menstruasi juga tidak diperbolehkan, kecuali setelah satu minggu setelah menstruasi baru bisa mendonorkan darahnya,” tambah dia.
Darah yang sudah didonorkan itu lanjut dia, juga tidak bisa langsung transfusi ke pasien, sebab akan diperiksa terlebih dahulu supaya benar-benar steril, sehingga pasien terhindar dari HIV, Hepatitis B, dan C, serta sipilis dan malaria.
“Kita kembali melakukan pemeriksaan darah agar darah benar-benar steril sebelum ditransfusi ke pasien, supaya pasien terhindar dari penyakit menular,” pungkasnya.(Djemmy Napoleon/A1).

