ZONAKALTENG, Pulang Pisau – Jumat Bersih momentum menghidupkan kembali semangat gotong royong. Demikian disampaikan Camat Kahayan Hilir, Sugondo saat melaksanakan Jumat Bersih di Kelurahan Kalawa.
Sugondo mengatakan, jumat Bersih dilaksanakan menindaklanjuti intruksi Bupati, bahwa dilaksanakan mulai 24 Januari hingga 10 April 2020 mendatang.
“Hal ini terus kita galakan untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong yang semakin memudar,” kata Camat Kahayan Hilir, Sugondo.
Serta juga, sambung dia, juga dalam rangka mewujudkan Kabupaten berjuluk Bumi Handep Hapakat bebas sampah ditahun 2025 mendatang.
Ia membeberkan, instruksi bupati tersebut bertujuan melestarikan dan menghidupkan warisan Leluhur dengan semangat gotong royong, berupaya mewujudkan Pulpis Bersih dari Sampah dan memotiwasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meraih ADIPURA.
Dan juga, mengajak masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS) dengan membersihkan lingkungan sekitar rumahnya dengan metode 3M plus,serta agar ada kebersamaan antara lintas sektoral Kecamatan Kahayan Hilir dengan masyarakat.
Sementarara, Lurah Kalawa, Endra Setiawan menambahkan, pihaknya melaksanakan jum’at bersih, dimana tujuannya untuk menggugah masyarakat kelurahan untuk membangkitkan semangat gotong royong, dimana sekarang ini menurutnya semangat gotong royong mulai berkurang.
” Tujuan lain, sasaran pelaksanaan gotong royongini jalan lingkungan dan drainase dilingkungan kelurahan kalawa, apalagi sekarang sudah memasuki musim penghujan,” beber dia.
Ia pun mengharapkan, kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan masing-masing, terutama jangan membuang sampah sembarangan, meski belum ada TPS serta melaksanakan PBHS dengan pola,Menguras, Menutup dan mengubur (3M).
Ia menambahkan, kegiatan ini dilaksanakan secara ruitn baik kelurahan maupun desa di Pulpis secara serentak, sehingga masyarakat Kalawa mendukung apa yang menjadi program Pemerintah Daerah, dan dalam rangka menuju Pulpis Bersih dan bisa meraih Adipura.
Pada tahun 2020 ini menurutnya sarana dan prasarana, terutama saluran pembuangan atau draenase, dan fasilitas pendukung kegiatan gotong royong misalnya gerobak sampah dapat di maksimalkan. (SENDRI/A2)

