Site icon zonakalteng

Sanitasi dan Air Bersih Berpengaruh Terhadap Penurunan Stunting

ZONAKALTENG- Kuala Kapuas –Sanitasi dan air bersih memiliki pengaruh besar terhadap angka penurunan stunting di Indonesia, terutama terkait asupan gizi yang diterima tubuh pada anak.

“Pencegahan Stunting dengan penyediaan fasilitas air bersih merupakan program Prioritas Nasional yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya di bidang kesehatan,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kapuas Teras, di Kuala Kapuas, Selasa, 19 Januari 2021.

Oleh karena itu pengelolaan sanitasi dan air bersih yang baik sangat penting, sebab akan berpengaruh terhadap penurunan angka stunting.

“Untuk menekan angka stunting di Kabupaten Kapuas, kita sudah memetakan lokus di desa desa yang harus dibenahi sistim sanitasi dan air bersih dengan membangun WC umum yang ramah lingkungan,” ucap Teras.

Ia menyampaikan, data akses air minum dan akses sanitasi tahun 2020 lalu untuk air minum/bersih, Rumah Tangga yang terlayani sebesar 61,82 persen, sedangkan akses sanitasi untuk rumah tangga yang terlayani sebesar 55,87 persen.

“Untuk air bersih pedesaan dilaksanakan melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas), yang mana secara proses pengadaannya masyarakat yang merencanakan, mengerjakan sampai dengan mengoperasikannya,” tambah dia.

Menurutnya, dari yang sudah dilaksanakan ada beberapa desa yang hampir 100 persen melaksanakan, contohnya Desa Budi Mufakat, Kecamatan Bataguh yang sudah sekitar 80 persen sudah menyalurkan akses air bersih ke rumah-rumah penduduk lengkap dengan meteran airnya.

“Untuk pengelolaan air bersihnya diserahkan kepada mereka yang tujuannya untuk mendukung operasional pemeliharaan Pamsimas itu sendiri,” kata dia.

Karena lanjut dia, untuk penyediaan air minum dan sanitasi ini memerlukan investasi yang besar, dan tidak cukup dari satu sumber pembiayaan, ini yang harus kita kolaborasikan dengan pemerintah desa.

Kemudian penyediaan air bersih ada yang lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang air minum dan untuk tahun 2021 pihaknya mendapat tema dari pusat terkait tentang Stunting.

Ia menerangkan, hampir 32 desa yang menjadi sasarannya melalui database dari Bappenas dan 32 desa itu yang akan menerima DAK dari pusat.

Sementara itu, parameter kedua terkait sanitasi, yang mana berbicara tentang MCK (Mandi, Cuci, Kakus).

Ia menjelaskan, sanitasi yang sehat memiliki standar yang sudah ditentukan yaitu harus ada biliknya, memiliki kloset berupa leher angsa (kloset yang dibawah dudukannya terdapat saluran berbentuk huruf “U”), dan ada tangki septiknya.

“Di tahun 2020 lalu sekitar 3.200 tangki septik yang kita salurkan melalui DAK. Kemarin ada beberapa desa yang sudah akses 100 persen sanitasinya, contohnya Desa Teluk Hiri, Kecamatan Mantangai,” ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya Pamsimas ini Pemerintah Desa dapat menyambungkan dengan perpipaan seperti di Kota Kapuas.

Harus ada jalinan komunikasi dan sinergitas, pihak pemerintah daerah menyediakan tangkinya dan dari pemerintah desa melalui Dana Desa menyediakan biliknya, masyarakat harus diikutsertakan, sehingga keluhan tidak terjadi dan masyarakat tidak lagi mengambil air dari sungai.

“Hidup sehat, sanitasi bagus dan air bersih bagus maka anak-anak tidak mudah sakit. Ini tujuan dari bidang kami cipta karya dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Kapuas. Karena masih banyak perkampungan kita di pinggir sungai, namun beberapa tempat ada yang sudah kami tangani,” terang Terang Teras.(Djemmy Napoleon/A1).

 

Exit mobile version