ZONAKALTENG, Muara Teweh – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Komisi III DPRD Barito Utara melakukan pengecekan lokasi tiang pancang jembatan Desa Sikan-Tumpung Laung Kecamatan Montallat yang ditabrak tongkang batubara beberapa waktu lalu, Sabtu 26 Juni 2021.
Ketua Komisi III DPRD Barito Utara, H Tajeri mengatakan selama ini kita hanya melihat dan mendengar dari media, setelah itu kita rapat dengan unsur pimpinan dan anggota dan kita disepakati bahwa kita langsung melakukan pengecekan lapangan.
“Pada hari ini, Sabtu 26 Juni 2021, bersama pak Waket I Permana Setiawan, dan rekan rekan komisi III yang bisa hadir beberapa orang untuk bisa hadir langsung ke lokasi dimana tiang fender yang ditabrak tongkang batubara beberapa waktu lalu,” kata H Tajeri.
Dan ternyata, kata H Tajeri, apa yang diberitakan oleh teman-teman media cetak maupun online, artinya kebenaran itu memang terbukti bahwa tiang pancang jembatan Pepas-Montallat ini habis hilang artinya tidak ada tersisa satupun tiangnya.
Lebih lanjut, Ketua Komisi III mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dan tidak menyalahkan siapapun dalam masalah ini. Karena berdasarkan beberapa keterangan dari masyarakat bahwa tiang pancang jembatan khususnya untuk malam hari penerangannya sangat minim sehingga insiden tongkang tabrak tiang jembatan itu terjadi.
Dan juga, kata Tajeri, berdasarkan keterangan dari Kapolsek Montallat bahwa pihak perusahaan yang menabrak tiang jembatan tersebut bertanggung jawab 100 persen.
“Artinya Insya Allah paling lama satu bulan setelah kejadian ini mereka langsung bekerja yang artinya kembali seperti sedia kala, tapi tetap berkonsultasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Dinas PUPR Barito Utara,” kata politisi dari Partai Gerindra Barito Utara ini.
Tajeri mengatakan kedepannya kita harapkan setelah tiang jembatan ini berdiri seperti semula, kita minta untuk rambu-rambu atau tanda-tanda pada malam hari agar lebih diperbanyak, walau bagaimanapun di daerah (posisi jembatan) ini arusnya cukup kuat dan deras.
Ia juga meminta kepada Dinas terkait dalam hal ini Dinas PUPR agar selalu kroscek ke lapangan, karena ini merupakan proyek multiyears yang menggunakan dana cukup besar sekitar Rp 25 miliar.
“Ini merupakan insiden yang kedua kalinya. Ini harapan kita yang terakhir, mudah-mudahan kedepannya insiden ini tidak terulang kembali,” imbuhnya.
Kita, lanjut dia, sangat mendukung program-program pemerintah dalam hal ini Bupati barito Utara, H Nadalsyah. Artinya daerah-daerah yang terisolasi bisa berkembang lebih cepat dengan dibangunnya jembatan ini termasuk yang akan dilakukan pada Selasa 30 Juni 2021 mendatang pemancangan tiang pertama jembatan Lemo.(DN/A1).

