Site icon zonakalteng

Bupati Murung Raya Apresiasi Rakerda Kebudayaan

Bupati Mura Perdie M Yoseph menyerahkan cinderamata kepada Asisten Setda bidang Adminstrasi umum Provinsi Kalteng DR Lies Fahimah disela kegiatan. (SUPRI)

ZONAKALTENG, Puruk Cahu – Pemerintah Kabupaten Murung Raya bertindak sebagai tuan rumah kerja daerah kebudayaan dan Pariwisata se Kalteng yang dilaksanakan di GPU Tira Tangka Balang Puruk Cahu, Rabu (23/03).

Kegiatan dibuka Asisten Setda bidang Adminstrasi umum Provinsi Kalteng DR Lies Fahimah ditandai dengan pemukulan gong disaksika Bupati Mura Perdie M Yoseph dan pejabat lainnya.

Dalam sambutannya Bupati Perdie mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Rakerda dari Kabupaten/Kota se-Kalimantan Tengah yang telah hadir di Bumi Tana Malai Tolung Lingu (bumi yang menjanjikan kedamaian) dan selamat datang di Kota Puruk Cahu  kota “EMAS “ (Elok Mandiri Aman Sejahtera).

Dikatakan Perdie, Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya mengapresiasi kegiatan Rakerda Kebudayaan dan Pariwisata ini.

“Karena kegiatan yang terselenggara pada hari ini merupakan pertemuan yang sangat penting dan strategis dalam upaya memantapkan keterpaduan, sinergitas dan komitmen bersama antar seluruh stakeholder yang telah terjalin dengan baik selama ini,” kata Bupati.

Adapun komitmen seluruh stakeholder, ujarnya, sangat diharapkan untuk terus berkiprah, berpikir positif, mendorong tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai budaya daerah melalui pengembangan budaya.

Melindungi dan melestarikan adat istiadat, karya seni dan budaya daerah baik dari kepunahan maupun pembajakan, dan ikut berpartisipasi dalam berbagai event seni budaya baik di dalam maupun di luar daerah.

Lebih lanjut disampaikan Pariwisata dan budaya ibarat pisau bermata dua dalam pemanfaatan warisan budaya sebagai obyek daya tarik wisata.

Di satu sisi pariwisata dapat melestarikan warisan budaya tersebut, sedang disisi lain kegiatan pariwisata akan merusak atau berdampak negatif terhadap warisan budaya itu.

“Karena obyek tersebut akan dikonsumsi oleh wisatawan.

Untuk menghindari dampak negatif dari pariwisata tersebut diperlukan pengelolaan yang baik,” tandasnya. (SI/A2)

Exit mobile version