ZONAKALTENG, Buntok – Demi asa dan harapan warga Desa Danau Ganting, jajaran personel TNI-AD nekat menerobos arus deras sungai menuju lokasi TMMD ke-114.
Perjalanan para personil menuju lokasi TMMD tersebut tidaklah mudah, mereka menggunakan kelotok kecil (perahu bermesin) menerobos derasnya arus Sungai Danau Ganting.
Tak hanya itu, perjalan tersebut banyak rintangan dan berbahaya, seperti patah roda, menabrak pohon hingga ancaman predator sungai.
Namun puluhan prajurit TNI-AD dipimpin Dandim 1012 Buntok Letkol Inf Hendro Wicaksono tetap bersemangat dan optimis menikmati perjalan memakan waktu kurang lebih 1jam tersebut.
“Perjalanan cukup sulit menuju lokasi TMMD, tadi kita sempat lepas roda kelotok. Namun kita tetap semangat karena ini amanah dari pemerintah dan rakyat,” kata Dandim 1012 Buntok Letkol Inf Hendro Wicaksono.
“Sesulit apapun dan rintangan apapun akan kita hadapi, ini semua demi asa dan harapan warga Desa Danau Ganting,” imbuhnya.
Pantauan di lapangan senyum sumringah terpancar di wajah warga Desa Danau Ganting karena asa dan harapan mereka sedikit lagi akan tercapai melalui program TMMD ke-114.
Betapa tidak, belasan tahun mendambakan jalan yang dibangun ini dipergunakan masyarakat untuk pergi ke kebun dan mengangkut hasil pertanian mulai bisa dilalui, meski pengerjaannya belum selesai.
Awalnya jalan tembus hanya jalan setapak, namun kini jalan tersebut mulai dibangun oleh Kodim 1012 Buntok melalui Satgas TMMD regular ke-114.
“ProgramTMMD ini sangat membantu dan sangat bermanfaat bagi kami warga Desa Danau Ganting,” kata Nasir salah satu warga, Minggu, 7 Agustus 2022.
Atas nama masyarakat, pihaknya pun mengucapkan terima kasih kepada Satgas TMMD khususnya Dandim 1012 Buntok serta Pemkab Barito Selatan yang telah menunjuk Desa ini menjadi sasaran TMMD.
Selain itu juga, lanjut dia, seluruh jajaran TNI yang sudah mendedikasikan dirinya untuk membangun jalan dan kegiatan non fisik lainnya di desanya.
“Terima kasih pak tentara, terima kasih jendral, berkat TMMD desa kami bisa tersentuh pembangunan. Semoga semua jajaran TNI selalu dalam keadaan sehat dan diberikan berkah oleh Allah SWT,” ucap dia sambil berkaca-kaca.
Dandim 1012 Buntok Letkol Inf Hendro Wicaksono merasa haru dan senang mendengar warga bisa melewati jalan TMMD untuk bekerja ke kebun.
Ia berharap, apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah dan TNI melalui TMMD , masyarakat dapat menikmati dan merasakan adanya perubahan, kini dapat dilalui untuk bekerja ke kebun.
Ia membeberkan, Kodim 1012 Buntok merupakan komando pembinaan dan operasional kewilayahan TNI-AD di bawah Korem dengan wilayah pembinaan teritorial meliputi Kabupaten Barito Selatan dan Kabupaten Barito Timur.
Program TMMD ini salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah Non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen bangsa lainnya.
Yang dilaksanakan secara terintegrasi bersama segenap lapisan masyarakat, kegunaannya adalah untuk meningkatkan akselerasi kegiatan pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal.
Terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.
Program ini juga merupakan bagian dari komitmen TNI-AD untuk ikut membangun bangsa dan negara bersama komponen bangsa lainnya secara sinergi dan berkesinambungan.
“TMMD ini juga merupakan bukti nyata hadirnya TNI-AD di tengah masyarakat dalam membantu menyelesaikan masalah,” ucap dia.
Ia menyampaikan pelaksanaan TMMD ke-114 ini selama 30 hari mulai 26 Juli-24 Agustus 2022 di Desa Danau Ganting.
“TMMD ini kita laksanakan dalam rangka membantu Pemkab Barsel meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mensukseskan pembangunan nasional di daerah bersifat fisik dan non fisik,” kata Dandim.
Adapun sasaran fisik yakni, pembukaan/perbaikan Jalan Desa sepanjang 4.638 meter dengan lebar 10 meter, jembatan kayu log panjang 6 meter lebar 4 meter, dan 2 jembatan kayu log panjang 5 meter lebar 2 meter.
Kemudian sasaran tambahan, sambung dia, rehab rumah tidak layak huni , pembuatan atau pembangunan surau, pengecatan pelabuhan Desa Danau Ganting.
Sementara sasaran non fisik, penyuluhan bela Negara, wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan, pertanian, hukum dan kamtibmas, bahaya narkoba, KB Kesehatan, keagamaan.
Perikanan peternakan, lingkungan hidup dan kehutanan, bahaya terorisme dan paham radikal, pembekalan posyandu dan posbindu tentang penyakit tidak menular, dan penyuluhan penyakit kuku dan mulut. (B/A2)

