ZONAKALTENG, Kuala Kapuas- Pemkab Kapuas melaui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Perumahan (DPUPR-PKP), mensosialisasi program sanitasi sasaran stunting kepada kelurahan dan desa.
Sosialisasi tersebut dipimpin Kabid Cipta Karya, Jhon ST MT mewakili Kepala Dinas bersama tim Dana Alokasi Khusus (DAK) program Sanitasi yang di ikuti oleh Lurah dan Kepala Desa. 17 Febuari 2023.
“Kami mensosialisasi program DAK untuk pengelolaan program sanitasi kepada kelurahan dan Kades yang sudah dipetakan sebagai locus stunting,” kata Jhon
Ia mengatakan sosialisasi ini sasaran lokasi penanganan stunting by name by address harus sesuai dengan data lapangan, kemudian mendidik masyarakat yang menjadi sasaran program ini, pola pikir harus berubah hidup sehat itu seperti apa?
“Kami ingin apa yang sudah dibangun nanti berupa MCK komunal agar masyarakat bertanggungjawab untuk memilihara fasilitas yang sudah dibangun,” kata dia.
Nantinya lanjut dia, sistem pekerjaannya dikelola langsung oleh masyarakat, namun sebelumnya diberikan pelatihan. Pihaknya hanya sebagai fasilitator dalam kegiatan tersebut. Dan memastikan program tersebut berjalan dengan baik.
“Mereka sendiri yang mengelola anggaran yang ditransfer langsung ke rekening ketua kelompok, sebenarnya mereka yang bertanggungjawab dengan kegiatan tersebut,” ucap dia.
Untuk sasaran sambung dia, ada 10 lokasi kegiatan rata-rata di daerah locus stunting terdiri dari 8 Kelurahan 2 desa yang tersebar di Kecamatan.
Yakni Kapuas Murung Kelurahan Palingkau Lama, Kecamatan Pulau Petak, Desa Handiwung, Saka Lagun kemudian Kecamatan Bataguh di Desa Bamban Raya dan Bangun Harjo.
“Sedangkan Kecamatan Kapuas Barat di Desa Saka Tamiang dan desa Sei Dusun, Kecamatan selat di Kel murung Kramat dan Kecamatan Basarang di Desa Batu Nindan serta Desa Naning,” beber dia.
Ia berharap dengan program sanitasi serta air bersih dapat menekan angka stunting. Pada tahun 2021 ada penurunan secara signifikan.
Pihaknya berharap tahun 2022 bisa di interfensi dan tingkat kehidupan kesehatan masyarakat lebih meningkat lagi, dengan demikian otomatis tidak ada berkurang masalah kesehatan dengan sanitasi yang tidak terkelola dengan baik.
“Saya berharap masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan menjaga lingkungan dan tata kelola sanitasi yang baik,” pungkasnya. (DJEMY NAOLEON/A2)

