ZONAKALTENG, Kapuas – Penjabat Bupati Kapuas, Erlin Hardi, ST berkunjung ke Kecamatan Bataguh untuk silaturahmi dan mendengar langsung aspirasi apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Kedatangan Pj Bupati Kapuas didampingi Ketua Pj TP PKK, Agustina Sri Rejeki, S.Pd, Kepala OPD di lingkup Pemkab Kapuas serta disambut Camat Bataguh Suryadin bersama Kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga setempat di halaman kantor Kecamatan Bataguh.
Pj Bupati Kapuas mengatakan, penggunaan infrastruktur masih menjadi konsentrasi pemerintah daerah untuk penyelesaian. Baik itu jalan dan jembatan penghubung desa kemudian pertanian dalam arti luas seperti pengembangan sentra produksi padi dan terutama jalan tani.
*Kami pemerintah daerah hadir untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan warga baik usulan infrastruktur jalan, jembatan, pendidikan dan kesehatan serta pertanian,” kata Pj Bupati Kapuas, Erlin Hardi, Senin (29 Juli 2024).
Disampaikan lelaki kelahiran Desa Pulau Keladan, Kecamatan Mantangai itu bahwa apa yang disampaikan masyarakat bisa didengar langsung oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar ditindak lanjut disinkronisasi dengan program yang sudah ada di OPD masing-masing ataupun diprogram tahun anggaran berikutnya.
“Saya inginkan apa yang menjadi keluhan dan aspirasi masyarakat untuk didengar langsung oleh kepala OPD agar ditindaklanjut dan disesuaikan dengan program di OPD,” katanya.
Maka itu lanjut Erlin Hardi yang dikenal murah senyum dan hambel itu bahwa tentu usulan yang disampaikan menjadi salah satu prioritas dari usulan warga. Infrastruktur masih menjadi primadona baik itu jalan, jembatan, saluran air dan jalan inspeksi pertanian nantinya masuk pada anggaran perubahan dan APBD 2025.
“Apa yang menjadi usulan masyarakat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk dimasukan pada ABT dan APBD 2025 sehingga bisa memenuhi harapan masyarakat,” ujar Erlin Hardi.
Ditegaskan lelaki dari 6 bersaudara itu bahwa Kecamatan Bataguh merupakan salah satu sentra produksi pertanian sangat besar potensi dan sebagai penyangga 50 persen untuk Kalimatan Tengah harus dimunculkan kembali lumbung-lumbung padi di Kabupaten Kapuas.
“Brand beras Kapuas harus jadi tuan rumah di kampung sendiri dan wajib ada diretael seperti Indomaret, Alfamart ataupun perhotelan,” pungkasnya. (Djemmy)

