Site icon zonakalteng

DPUPRPKPP Mulai Melakukan Pemancangan Tiang Pancang Jembatan Bowstring Mandomai

ZONAKALTENG, Kuala Kapuas- Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Kapuas mulai melakukan pemancangan tiang panjang untuk abutment jembatan bowstring Mandomai

Adapun bentang panjang jembatan bentang panjang 69,60 meter dan tinggi dari permukaan air 11,64 meter berkontruksi kayu ulin.

Jembatan tersebut menghubungkan Desa Saka Mangkahai dengan Kelurahan Mandomai.

Kepala DPUPR-PKPP Kapuas, Drs.Yan Hedri Ale mengatakan konstruksi jembatan rangka bowstring Mandomai merupakan peninggalan desain karya almarhum Ir Heinz Frick merupakan salah satu guru dari Zending Basel yang diperbantukan di sekolah pertukangan kayu STM-GKE Mandomai Kecamatan Kapuas Barat.

“Proyek pengerjaan replika Jembatan bowstring Mandomai dengan bentang sungai panjang 69,60 meter dan tinggal dari keriangan permukaan sungai 11,64 meter,” kata Yan Hendri Ale, Sabtu 10 Agustus 2024.

Ia menyampaikan bahwa jembatan lengkung dibangun sebagai sarana transportasi untuk masyarakat sekitar.

Sebelumnya kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan sehingga di ambil keputusan pada tahun 2021 dirobohkan karena membahayakan warga sekitar.

“Pada tahun 2024 ini, Pemerintah daerah melalui sumber dana APBD melaksanakan konstruksi jembatan rangka bowstring sesuai dengan desain sebelumnya,” kata dia.

Ia mengharapkan jembatan ini dapat menunjang salah satu indikator keberhasilan daerah dalam hal transportasi dan kelancaran aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Kemudian keberadaan jembatan lengkung ini juga memiliki histori sejarah di Mandomai Kecamatan Kapuas Barat.

“Pembangunan jembatan bowstring Mandomai menelan anggaran sekitar Rp 5,3 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas,” beber dia.

Ia menambahkan sebagai pelaksanaan kontrak CV.Vilia Alam Sejahtera yang mulai bekerja dari tanggal 5 Agustus hingga Akhir tahun 2024 nanti.

Pengerjaan Jembatan lengkung Mandomai melibatkan pihak Arsitek Indonesia Palangka Raya Kalteng dan beberapa tenaga ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

“Kami mengharapkan rekontruksi jembatan Bowstring Mandomai selesai tepat waktu dan dapat dinikmati oleh warga sekitar dan menjadi kawasan situs budaya,” pungkasnya. (DJEMMY NAPOLEON/B/A2)

Exit mobile version