Site icon zonakalteng

Dua Personel Polres Barsel Tembus Lima Besar Kompolnas Award 2026 : Visitasi Jadi Ujian Kinerja di Lapangan

ZONAKALTENG, Buntok – Dua personel Polres Barito Selatan mencatat capaian penting dalam ajang Kompolnas Award 2026. Keduanya berhasil masuk lima besar nominasi tingkat nasional pada kategori perorangan, setelah melewati tahapan penilaian awal yang dilakukan oleh Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Capaian tersebut tidak berhenti pada pengusulan administrasi. Pada Selasa, 11 Agustus 2026, Tim Kompolnas turun langsung ke Kabupaten Barito Selatan untuk melakukan visitasi sekaligus verifikasi terhadap berbagai data dan kegiatan yang menjadi dasar pencalonan.

Kunjungan tersebut menjadi tahapan penting karena penilaian tidak hanya bertumpu pada dokumen yang diajukan, tetapi juga melihat sejauh mana program dan kontribusi personel benar-benar dirasakan masyarakat.

Komisioner Kompolnas sekaligus Ketua Tim Penilai Kompolnas Award 2026, DR. Yusuf Warsyim, S.Ag., M.H., mengatakan visitasi dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara data yang diajukan dengan kondisi faktual di lapangan.

“Kami dari Kompolnas hari ini melakukan kunjungan visitasi penilaian langsung untuk Kompolnas Award 2026,” kata Yusuf.

Menurutnya, Kompolnas Award 2026 memiliki dua kategori utama, yakni kategori satuan kerja dan kategori perorangan.

Kategori satuan kerja mencakup lingkungan Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek.

Sementara kategori perorangan memberikan ruang penilaian terhadap individu anggota Polri yang dinilai memiliki kontribusi menonjol dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menyampaikan ada lima indikator jadi utama untuk kategori perorangan, yang menjadi dasar penilaian.

Pertama, pembangunan manusia. Kedua, pembangunan kesejahteraan. Ketiga, peran Polri dalam menjaga lingkungan dan alam. Keempat, peran Polri dalam membangun kemitraan dan kerja sama dalam pelaksanaan tugas.

Kelima, peran Polri dalam membangun dan menjaga kedamaian, harmoni serta pembinaan toleransi.

“Lima indikator tersebut menunjukkan bahwa ukuran kinerja kepolisian dalam penghargaan ini tidak semata-mata berkaitan dengan penanganan tindak pidana atau keberhasilan penegakan hukum,” beber dia.

Kemudian kontribusi terhadap masyarakat, kemampuan membangun jejaring, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan menciptakan suasana damai dan harmonis juga menjadi bagian penting yang diperhitungkan.

Di Polres Barito Selatan, dua personel dari Polsek Dusun Selatan berhasil masuk dalam lima besar nominasi nasional pada kategori berbeda.

Keduanya yakni Aipda Yogi, yang dinominasikan pada kategori kemitraan dan kerja sama, serta Bripol Lidia, pada kategori peran Polri dalam pembangunan manusia.

Masuknya dua personel dari satu wilayah hukum yang sama ke jajaran lima besar nasional menjadi perhatian tersendiri.

Sebab, tahapan berikutnya tidak lagi sekadar melihat kelengkapan administrasi, tetapi menguji apakah kegiatan yang dilaporkan benar-benar berjalan dan memberikan dampak.

Yusuf menjelaskan, visitasi dilakukan untuk memverifikasi sekaligus memvalidasi data yang telah disampaikan pada tahap sebelumnya.

Tim ingin memastikan bahwa berbagai program dan aktivitas yang menjadi dasar nominasi memang benar dilaksanakan oleh personel yang bersangkutan.

“Kami ke mari untuk memverifikasi dan memvalidasi data-data yang sudah diusulkan. Kami menilai langsung di lapangan apakah benar demikian,” jelasnya.

Menurut Yusuf, kedua personel Polres Barito Selatan memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik pada kategori masing-masing.

“Keduanya punya peluang terbaik pada kategori masing-masing atau salah satunya. Jadi dua-duanya punya peluang menjadi terbaik di kategorinya,” ujarnya.

Namun, peluang tersebut belum menjadi hasil akhir. Proses penilaian masih harus melewati tahapan berikutnya.

Saat ini proses telah memasuki tahap kedua, yakni visitasi dan verifikasi lapangan. Setelah itu, penilaian akan masuk ke tahap ketiga berupa sidang dewan juri.

Dalam sidang tersebut, seluruh hasil penilaian tahap pertama dan tahap kedua akan direkapitulasi untuk menentukan hasil akhir.

“Nanti tahap ketiga adalah sidang dewan juri. Semua penilaian awal dan penilaian kedua akan direkap. Kalau sudah valid dan benar, kegiatan yang diusulkan itu sudah ada nilainya,” katanya.

Kompolnas juga masih akan melihat secara langsung lokasi dan aktivitas tempat personel tersebut bertugas. Tahapan itu menjadi bagian akhir untuk memastikan seluruh informasi yang diperoleh sesuai dengan fakta di lapangan.

Dengan demikian, perjalanan menuju penghargaan bukan sekadar kompetisi administratif. Kegiatan yang dilakukan anggota Polri harus memiliki bukti, konsistensi dan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara bagi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, masuknya dua personel Polres Barsel ke lima besar Kompolnas Award 2026 menjadi gambaran bahwa kerja kepolisian di tingkat akar rumput mendapat perhatian di tingkat nasional.

Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran Bhabinkamtibmas yang selama ini menjadi salah satu ujung tombak pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan keamanan. Mereka dituntut untuk membangun komunikasi dengan masyarakat, mengetahui persoalan di wilayah binaan, sekaligus menjembatani kepentingan masyarakat dengan pemerintah dan aparat keamanan.

“Kolaborasi dengan pihak pemerintah ini menjadi kekuatan penting dalam mendukung kegiatan Bhabinkamtibmas menyambang desa hingga dusun di wilayahnya masing-masing,” kata Eddy Raya Samsuri.

Menurutnya, pola kerja seperti itu menjadi penting bagi daerah seperti Barito Selatan yang memiliki wilayah cukup luas dan masyarakat yang tersebar hingga ke desa dan dusun.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan rasa aman sekaligus mempercepat penyelesaian persoalan sosial sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas.

Kolaborasi tersebut juga terlihat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Memasuki musim kemarau, risiko karhutla menjadi perhatian serius. Pencegahan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu institusi, melainkan membutuhkan keterlibatan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemerintah desa hingga masyarakat.

Bupati mengatakan jajaran Polres Barito Selatan, khususnya Bhabinkamtibmas, bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD dan unsur terkait terus melakukan langkah pencegahan dan penanganan.

“Jajaran Polres terutama para Bhabinkamtibmas bersama pemerintah daerah, TNI, BPBD, dan unsur terkait terus bergerak melakukan pencegahan dan penanganan, sehingga kondisi karhutla di Barsel relatif terkendali,” ujarnya.

Kondisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa indikator kemitraan dan kerja sama dalam Kompolnas Award memiliki relevansi dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

Di tengah berbagai persoalan sosial dan lingkungan, keberhasilan menjaga keamanan tidak hanya diukur dari berapa banyak kasus yang berhasil ditangani, tetapi juga seberapa efektif aparat bersama pemerintah dan masyarakat mencegah persoalan sebelum terjadi.

Kapolres Barito Selatan AKBP Jecson R. Hutapea, S.I.K., M.H., menyambut positif visitasi yang dilakukan Kompolnas.

Menurutnya, kedatangan tim penilai bukan semata-mata untuk mengejar penghargaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja personel dan efektivitas kolaborasi yang selama ini dibangun.

Visitasi tersebut menjadi kesempatan bagi Polres Barsel untuk melihat kembali apakah berbagai program pelayanan masyarakat telah benar-benar memberikan manfaat.

Kapolres menegaskan sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat.

Tujuannya bukan hanya mempertahankan situasi kamtibmas, tetapi juga meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian agar semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Ini menjadi motivasi bagi personel jajaran kepolisian untuk terus meningkatkan pelayanan dan menciptakan program-program yang menyentuh hati masyarakat,” ujar Jecson.

Dua nama dari Polres Barito Selatan kini berada dalam persaingan lima besar nasional. Aipda Yogi dengan kiprahnya pada bidang kemitraan dan kerja sama serta Bripol Lidia pada kategori pembangunan manusia.

Namun, perjalanan keduanya belum selesai. Hasil visitasi akan menjadi bagian dari bahan pertimbangan dewan juri sebelum keputusan akhir ditetapkan.

Terlepas dari siapa yang nantinya keluar sebagai pemenang, masuknya dua personel Polres Barito Selatan dalam lima besar Kompolnas Award 2026 menunjukkan bahwa kerja kepolisian di tingkat lokal mulai mendapat ruang untuk dinilai dari perspektif yang lebih luas.

Penghargaan pada akhirnya bukan sekadar soal piala atau predikat terbaik. Lebih dari itu, Kompolnas Award menjadi cermin apakah kehadiran polisi benar-benar mampu membangun kemitraan, meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, menjaga lingkungan, menciptakan kesejahteraan, serta merawat kedamaian di tengah masyarakat.

“Dan bagi kita dalam hal ini Polres Barito Selatan, visitasi 11 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum penting untuk membuktikan bahwa kerja-kerja tersebut bukan hanya tercatat dalam laporan, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat,” tutup Kapolres. (B/A2)

Exit mobile version