
Barselnews, Buntok – Dari 93 desa yang ada di Kabupaten Barito Selatan (Barsel), tujuh desa lagi yang belum teraliri listril baik dari PLN mapun non PLN.
“Hanya tujuh desa yang belum teraliri listrik, sedangkan desa yang sudah ada listrinya baik dari PLN maupun non PLN sebanyak 86 desa,” kata Kasubag ESDM dan lingkungan hidup Bagian Ekonomi dan Sumber daya alam Setda Bbarsel, Hugo Y Nathanael kepada Barselnews, Kamis (3/1/2019).
Ketujuh desa yang belum pernah dibantu pemerintah dan belum pernah teraliri listrik yakni Desa Tabatan, Selat Baru, Lehai, Sungai Jaya, Majundre, Maruga dan Desa Muara Ripung.
Ia mengatakan, berdasarkan data saat ini jumlah rumah tangga yang belum teraliri listrik sebanyak 6.388. Sementara rumah tangga yang teraliri pembangkit listrik non PLN 6.019.
Untuk rumah tangga yang sudah menggunakan PLN, lanjut dia, sebanyak 21.974. Dengan rasio elektrifikasi desa berlistrik sebanyak 92,47 persen dan rasio elektrifikasi rumah tangga berlistrik 81,08 persen.
Bagi desa yang belum teraliri listrik baik PLN dan non PLN, lanjut dia, pihaknya akan berupaya mengusulkan agar bagaimana desa-desa itu dapat menikmati penerangan listrik negara tersebut seperti desa lainnya.
Hal tersebut, lanjut dia, karena sejak kewenangan distamben dialihkan ke provinsi. Otomatis kewenangan pembangunan tenaga kelistrikan juga dilimpahkan ke Provinsi.
“Kita hanya diberikan wewenang oleh Provinsi dalam perencanaan pembangunan. Jadi kita merencanakan dan mengusulkan provinsi lah yang menentukan apakah dibangun atau tidak,” jelas dia.
Menurutnya ada beberapa desa yang listriknya dibangun tahun 2007 dan 2008 yang mengalami kerusakan akan diperbaiki. Sehingga tahun ini sudah bisa beroperasi lagi.
Berkenaan dengan energi listrik yang kita punyai sekarang konvensional yakni menggunakan genset. Karena genset banyak alternatif energinya ada yang PLTS ada pula yang menggunakan BBM. (UR/A2).
