Jumat, Oktober 16

Penemuan Mayat Laki-Laki di Komplek Perumahan Grand Asas Residence Pulang Pisau Gegerkan Warga

Barselnews, Pulang Pisau – Penemuan mayat seoarang laki-laki di base camp komplek perumahan grand asas residence, jalan Ray II, Pulang Pisau sontak membuat warga geger. Senin (21/1/2019) sekitar pukul 07.30 WIB.

Mayat seorang laki-laki tersebut diketahui bernama Heri Purwanto (39), merupakan warga jalan Pahlawan gang 05, no. 05 Desa Talio Muara, Kecamatan Pandih Batu, Pulang Pisau.

Kapores Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada,SH.SIK melalui Kapolsek Kahayan Hilir Iptu Sugiharso membenarkan peristiwa penemuan jasad seoarang pria bernama Heri Purwanto.

Ia membeberkan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh rekannya Suparman, pada saat itu rekannya datang dari Pangkoh menuju barak kerja miliknya.

Namun, melihat pintu barak kerja milik korban tidak terkunci dari luar, lalu saksi memanggil korban, namun tidak ada jawaban.

“Kemudian datang temanya Sarwan, dan menanyakan kepada Suparman di mana korban. Lalu Sarwan menyuruh Suparman agar membuka paksa pintu barak kerja korban karena terkunci dari dalam,” ungkap dia.

Pada saat pintu dibuka, rekan korban terkejut karena melihat korban dalam keadaan terlentang di dalam kelambu dan sudah tidak bernyawa.

Bagian muka korban berwarna kehitaman dan ada darah keluar dari mulut, hidung, telinga serta bau korban yang menyengat.

Lantas tidak lama kemudian datang tekannya, M. Ikhsan dan Suparman mengajak M.Ikhsan melihat kembali korban untuk memastikannya ternyata memang korban sudah tidak bernyawa lagi.

“Setelah itu, ketiga rekan korban menghubungi petugas kepolisian Sektor Kahayan Hilir,” bebernya.

Ia menambahkan, petugas langsung melakukan olah TKP serta membawa korban ke RSUD Pulang Pisau untuk dilakukan visum.

Berdasarkan, hasil Visum Et Revertum tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Keadaan mayat sudah mengalami diskomposisi yakni darah keluar dari mulut, telinga dan hidung karena diperkirakan meninggal lebih dari 24 jam dan serta keluar kotoran akibat tekanan pada perut karena terjadi pembengkakan.

“Hasil Visum Et Revertum tidak di temukan tanda-tanda kekerasan. Keadaan mayat sudah mengalami diskomposisi atau darah keluar dari mulut, telinga dan hidung, karena diperkirakan sudah meninggal lebih dari 24 jam,” pungkas dia. (EF/A2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *