
Barselnews, Palangka Raya- Anggota Komisi VI DPR RI, Hamdhani, SiP pagi ini Kamis, (24/1/2019), meninjau kesiapan Bandar Udara Tjilik Riwut, Palangkaraya Kalimantan Tengah.
Pembangunan bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II tersebut berlangsung selama tiga tahun terakhir, sudah rampung dan siap dimanfaatkan.
Karena itu, Komisi VI DPR-RI yang diantaranya membidangi badan Usaha Milik Negara (BUMN) seperti PT Angkasa Pura II ini merasa perlu melakukan kunjungan kerja secara spesifik .
Tujuannya untuk memastikan pembangunan fasilitas publik tersebut berjalan lancar , dengan kualitas yang standar.
Perlu diketahui, Bandara Tjilik Riwut ini, menurut rencana akan diresmikan Presiden Joko Widodo pada tanggal 7 Februari 2019 mendatang.
“Karena itu, kami dari Komisi VI merasa sangat urgen untuk memastikan bahwa failitas publik ini layak dimanfaatkan. Untuk layak dimanfaatkan, tentu harus memiliki kelayakan kualitas, kelayakan kapasitas, kelayakan daya kelola oleh pihak Angkasa Pura II,” kata Hamdhani, SiP, salah seorang anggota Komisi VI-DPR RI.
Bandara Tjilik Riwut yang berada di ibu kota provinsi ini merupakan salah satu pintu gerbang utama menuju Kalimantan Tengah. Selain dua bandara lain yang berada di kota kabupaten, yaitu Bandara Iskandar di Pangkalan Bun dan Bandara Asan Sampit yang berada di Kota Sampit.
PT Angkasa Pura II mengalokasikan dana sekitar Rp483 Miliar untuk membangun berbagai fasilitas. Diantaranya mencakup terminal baru, penyempurnaan lahan parkir, penyelesaian akses jalan, fasilitas overlay dan lainnya.
Seiring dengan kemajuan daerah Kalimantan Tengah, jumlah penumpang pengguna bandara ini terus meningkat. Karena itu, sangat wajar jika bandara ini perlu diperluas kapasitasnya, dan ditingkatkan kualitas pelayanannya.
Penumpang Melonjak
Dari tahun ke tahun, jumlah penumpang yang memanfaatkan bandara Tjilik Riwut ini terus meningkat. Bahkan, tahun terakhir, mengalami lonjakan yang sangat signifikan.
Jika tahun 2015 bandara ini diterbangi pesawat sebanyak 7.093 penerbangan, tahun 2016 meningkat menjadi 7.951 penerbangan. Dan tahun 2017 melonjak menjadi 11.990 penerbangan.
Sedangkan untuk jumlah penumpang, tahun 2016 jumlah penumpang yang datang dan pergi melalui Bandara Tjilik Riwut ini ada sebanyak 680.213 orang. Tahun 2016 meningkat menjadi 842.973 orang, dan tahun 2017 melonjak menjadi 953.017 orang.
“Dengan pembangunan sekarang ini, Bandara Tjilik Riwut ini akan semakin bagus. Daya tampungnya luas, kualitas sarananya juga membuat kita puas. Karena itu, kita berharap bandara ini bisa menjadi barometer kemajuan provinsi yang kita cintai ini,” kata Hamdhani SiP, yang memang merupakan salah satu putra terbaik dari Kalimantan Tengah ini.
Kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR-RI ini dipimpin oleh Azam Azman Natawijana, dan diikuti oleh 10 anggota lainnya.
“Bandara ini kita harapkan menjadi pemacu percepatan pembangunan di Kalimantan Tengah, agar bis bersaing dengan provinsi lain seperti Kalsel dan Kaltim. Kita patut berterimakasih kepada Pemerintah khususnya Presiden Jokowi yang awal Februari nanti akan meresmikan penggunaan bandara ini,” lanjut Hamdhani yang juga calon legislatif daerah pemilihan (dapil) Kalteng itu. (*)
