
Barselnews, Pulang Pisau – Tak terima rekannya ditahan, puluhan massa di Pulang Pisau mendadak menyerang Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Kahayan Tengah. Sabtu (26/1/2019) sekitar pukul 01.00 WIB.
Penyerangan Polsek tersebut, merupakan salah satu gambaran simulasi pelatihan Pengendalian Masyarakat (Dalmas) dan Pengendalian Huru Hara (PHH) di SPN Cilik Riwut Polda Kalteng.
Kegiatan simulasi tersebut dipimpin langsung oleh kepala SPN, Kombes Pol Ruli Agus Pramono beserta instruktur Dalmas dari Satbrimob dan Ditshabara Polda Kalteng dan dibantu seluruh personel SPN.
Pantauan Barselnews, dalam simulasi tersebut penyerangan yang dilakukan oleh puluhan masa ini nampak secara brutal, hal itu di picu karena tidak terima rekannya ditahan oleh Polsek Kahayan Tengah.
Massa ini pun secara beringas meminta agar rekannya itu dapat segera dilepaskan oleh Polisi setempat.
Tindakan anarkis dan pengerusakan pun dilakukan puluhan warga mulai terjadi di depan Polsek, karena petugas tidak mau menuruti permintaannya.
Puluhan Personel Polsek yang dipimpin oleh Kapolsek Ipda Jadiman berusaha melakukan penghadangan dengan pagar betis, namun jumlah massa semakin bertambah.
Akhirnya Kapolsek meminta bantuan Polres Pulpis. Kemudian selang beberapa jam datanglah bantuan Dalmas Polres Pulang Pisau dan pasukan Pengendalian Huru Hara (PHH) beserta kendaraan APC (water canon).
Pasukan Dalmas pun mulai dikerahkan untuk menghalau massa yang melakukan pengrusakan dan pembakaran di sekitar Mapolsek setempat. Berkat kerja keras akhirnya massa pun dapat dikendalikan.
kepala SPN Cilik Riwut, Kombes Pol Ruli Agus Pramono mengatakan, simulasi penanganan unjuk rasa kali ini dibuat semirip mungkin dengan fakta sebenarnya di lapangan.
Mengingat, lanjut dia, ada beberapa kejadian diwilayah lain yang melakukan penyerangan ke kantor Polisi maupun Polsek ditengah malam.
“Saya berharap hal ini dapat diterapkan ketika bertugas di kesatuan masing-masing,” tandasnya. (EF/A2).
