
Barselnews, Kapuas – Bupati Kapuas Ir Ben Brahim S Bahat, MM MT, menyebutkan Kabupaten Kapuas tidak akan pernah menjadi lumbung padi untuk Kalimantan Tengah tanpa ada Penyuluh.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kapuas saat membuka seminar nasional temu kangen penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan. Di Aula Pemkab Kapuas Sabtu (9/2/2019).
“Kabupaten Kapuas tidak akan pernah menjadi lumbung padi Kalimantan tengah tanpa ada bapak-bapak dan ibu-ibu penyuluh,” ucap dia.
Menurutnya, para penyuluh telah memberikan kontribusi yang luar bisa di Kapuas, sehingga pertanian terutama hasil panen padi dan semangka berlimpah.
“Saya bangga dengan bapak/ibu penyuluh, sehingga hasil penen padi dan semangka berlimpah,” beber dia.
Karena itu, lanjut mantan Kepala Dinas PU Provinsi Kalteng ini, semangka dari Kapuas dijual di Palangka Raya, Banjarmasin bahkan sampai ke Surabaya.
“Ini semua tidak terlepas dari hasil buah dari Bapa/ ibu yang sekarang sudah menjadi pejabat didaerah lain, “terangnya.
Ia berharap, dengan adanya temu kangen ini memyambung kembali tali silaturahmi yang terputus selama ini.
Maka itu tali persaudaraan diikat erat-erat walaupun berbeda tempat tinggal dan terus membangun komunikasi membagi informasi melaui grup whatsapp untuk kemajuan pertanian di Kalimantan Tengah.
“Saya berharap kegiatan ini tidak sampai saja disini, tetapi harus berlanjut dan berkenambungan apakah dalam setahun dua kali atau akhir tahun dilaksanakan lagi Kapuas siap jadi tuan rumah,”tandasnya. (JM/A2).
