Jumat, Oktober 16

Ini Data Pengangguran di Pulang Pisau Sejak 2011 Sampai 2018

Barselnews, Pulang Pisau – Meningkatnya jumlah pengangguran di Kabupaten Pulang Pisau yang mencapai 2,15 persen untuk tahun 2018, dikarenakan berbagai faktor.

Hal itu salah satu penyebabnya karena gejolak harga komoditas dan faktor produksi, sehingga mempengaruhi lapangan pekerjaan di masyarakat Bumi Handep Hapakat atau julukan dari Kabupaten Pulang Pisau.

Peningkatan jumlah pengangguran di Pulang Pisau ini, dapat di lihat melalui website Badan Pusat Statistik (BPS) yakni kalteng.bps.go.id, berdasarkan data tersebut.

Pada tahun 2011 lalu jumlah pengangguran pulpis meningkat 5.05 persen, 2012 menurun 2.52 persen, 2013 menurun tipis 2.30 persen, 2014 kembali meningkat 4.28 persen, 2015 menurun lagi 3.29 persen, 2017 turun 1.62 persen dan 2018 meningkat lagi 2.15 persen.

Kepala BPS Pulpis, Drs Ceptedymengatakan, bahwa jumlah pengangguran di Kabupaten Pulang Pisau meningkat 2,15 persen untuk tahun 2018, di bandingkan pada tahun 2017 lalu pada posisi 1,62 persen.

Peningkatan tersebut menurutnya juga dikarenakan gejolak harga komoditas dan faktor produksi yang dapat mempengaruhi lapangan pekerjaan masyarakat.

Jumlah pengangguran itu meningkat, menurutnya juga disebabkan harga karet yang tidak stabil, sementara petani-petani di pulpis cukup banyak mengandalkan pekerjaan itu.

Dan karena faktor itu lah, juga cukup banyak petani yang terpaksa berhenti bekerja.

Selain petani karet, juga menambah jumlah pengurangan tenaga kerja di perusahaan sawit, juga berdampak pada jumlah pengangguran.

“Meningkatnya jumlah pengangguran ini, juga dampak dari harga-harga perkebunan yang mulai melesu baik itu sawit maupun karet. Dan ini juga dampak dari pengaruh Global,” tandasnya. (EF/A2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *