Jumat, Oktober 16

Prospek Budidaya Madu Kelulut di Kapuas Menjanjikan

Barselnews, Kapuas – Prospek pembudidayaan madu kelulut sangat menjanjikan, karena bisa menghasilkan omset mencapai puluhan juta rupiah serta sangat diminati masyarakat.

Melihat potensi menjanjikan tersebut, Kepala Desa Sei Asam, Masrawan SH, atau akrab disapa Iwan pun tertarik serta mencoba membudidayakan madu kelulut.

Awalnya, dia mengakui bahwa  dirinya ditawari oleh teman sekampungnya yang tinggal di Barabai, Kalimantan Selatan untuk membudidaya madu kelulut tersebut.

“Awalnya kita membudidayakan kelulut ini atas ajakan teman satu kampung yang tinggal di Barabai, Kalsel. Setelah ditekuni ternyata menjanjikan bahkan omset bisa mencapai puluhan juta,” kata Masrawan kepada Barselnews, Sabtu (2/3/2019).

Menurutnya, untuk madu kelulut ini di Kalteng Khususnya di Kapuas sangat susah mencarinya. Mendapatkannya jika ada kebakaran hutan dan lahan. Namun di Kalsel sangat berlimpah.

Oleh karena itu, dirinya membudidayakannya dan alhamdulilah bisa merangsang masyarakat untuk ikut membudidayakannya juga. Saat ini ada sekitar 25 sarang madu kelulut yang dibudidayakan.

Untuk membudidyakannya, tidak terlalu sulit, apalagi kalteng khususnya kapuas memiliki hutan yang masih berlimpah sehingga masih sangat besar kesempatan untuk dibudidayakan.

Untuk perawatannya pun sangat mudah cukup menaruh sarangnya yang sudah dibuat diletakan di atas potongan kayunya, dan disimpan dibawah pohon. Namun harus disediakan tanaman bungai disekitarnya.

Karena bunga sebagai sumber makanan binatang kelulut untuk memproduksi madunya.

Tak hanya  menghasilkan unag, madu kelulut juga memiliki khasiat yang beraneka ragam untuk kesehatan serta untuk produk kecantikan.

“Untuk khasiat madu sendiri, memang sudah teruji diklinis dengan kandungan propolisnya tiga kali lipat dari madu biasa dan juga antioksidannya digunakan untuk mengobati kangker, dan juga bagus digunakan untuk terapi mengobati penyakit lambung seperti maag, dan asma juga,” beber dia.

Kemudian untuk kecantikan, bipolan sisa madu yang ada dibekas sel dalam gumpalan sarang madunya.

Binatang jenis ini sendiri ternyata banyak berada di wilayah Kalteng, apalagi populasinya ada dihutan, namun belum dimanfaatkan oleh masyarakat karena mereka tidak tau jika binatang ini mampu menghasilkan madu berkhasiat tinggi dan beromset jutaan.

Untuk produksi tertinggi madu kelulut terjadi di musim kemarau, karena perkembangannya sangat cepat dengan kondisi cuaca yang kering dan panas sehingga produksi madunya dalam seminggu bisa mencapai satu liter per sarang dengan income Rp 3-4 juta perbulan.

Namun sebaliknya jika musim penghujan agak kurang dan pembentukan sarang akan secara alami diatas kayu yang diletakan dibawa log sarangnya dari madu kelulut itu sendiri.

Lebah kelulut merupakan lebah madu yang bersih dan higenis, mengingat pertahanannya sangat kuat dan sarang nya sendiri tidak mengandung bakteri.

Untuk panennya hanya satu bulan daru awal membudidayakannya. tetapi tergantung dengan persediaan makanan sehingga perlu ditanam tananam jenis bunga apa saja disekitar sarangnya.

Jarak persarang sendiri harus 6 – 5 meter supaya lebahnya tidak berebut mencari makanan. (JM/A2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *