Jumat, Oktober 16

Pramuka Kapuas Bakal Kembali Pecahkan Rekor Muri

Barselnews, Kuala Kapuas-Pramuka Kapuas, Kalimantan Tengah bakal kembali memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan menari manasai sebanyak lima ribu orang.

Rekor MURI itu akan dipecahkan kembali dalam Kapuas Lewun Itah Badengkoy sebagaimana tiga tahun lalu juga tercatat dalam rekor MURI.

“Rekor muri tersebut akan dipecahkan oleh lima ribu anggota Pramuka pada akhir bulan ini,” kata Wakil Bupati Kapuas, Nafiah Ibnor saat membacakan sambutan Bupati Ben Brahim S Bahat saat membuka kegiatan Kapuas Lewun Itah Badengkoy belum lama ini.

Hal ini dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada sang maha kuasa, dan kegembiraan atas peringatan Hari Jadi Ke-213 Kota Kuala Kapuas, dan HUT Ke-68 Pemerintah Kabupaten Kapuas.

Ia optimistis, dengan kerjasama tim, keikhlasan, dan ketekunan sebagai wujud pengamalan Trisatya, dan Dasadarma, Pramuka Kapuas akan kembali memecahkan Rekor MURI 5.000 Pramuka Kapuas dalam Kapuas Lewun Itah Badengkoy.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan ini lanjut dia akan terlihat hasil binaan dan latihan masing-masing Gugus depan dan Kwartir Ranting.

Selain itu juga menyelaraskan tari seraya menambah kekuatan untuk mengamalkan nasehat/petuah bijak dalam syair lagu sebagai pedoman dalam membangun memajukan Kabupaten Kapuas.

Sebelumnya Ketua Panitia Pelaksana H Suwarno Muriyat mengatakan lomba Kapuas Lewun Itah Badengkoy bertujuan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-213 Kota Kuala Kapuas dan HUT ke-68 Pemerintah Kabupaten Kapuas sekaligus memantapkan gerakan tari.

“Dalam kegiatan ini ada debanyak 55 regu atau 1.100 peserta lomba yang berasal dari Gugus Depan, dan Kwartir Ranting dalam wilayah Kwarcab Kapuas,” jelasnya.

Pria yang juga Sekretaris Kwarcab Kapuas ini juga mengucapkan terima kasihnya kepada Bupati Kapuas selaku Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kapuas juga Ary Egahni SH (Anggota Mabicab) yang telah memberikan dukungan moril dan material sehingga berbagai kegiatan Kepramukaan di Kabupaten Kapuas dapat dilaksanakan.

“Ini merupakan upaya dari Pemerintah Kabupaten Kapuas khususnya Gerakan Pramuka untuk membentuk karakter anak, serta pemuda Indonesia sebagai kader, pembangun dan penerus bangsa.

Harapan kita semua melalui kegiatan ini dapat melestarikan budaya bangsa khususnya tari Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah,” pungkas H Suwarno Muriyat.(JM/A1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *