
Barselnews, Buntok – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) berupaya mencegah anemia dan stunting.
Bupati Barsel, Eddy Raya Samsuri mengatakan, pencegahan tersebut mulai dilakukan dengan pencanangan isi piringku dan pencegahan anemia terhadap remaja putri.
Saat ini, lanjut dia, arah pembangunan kesehatan dititik beratkan pada upaya promotif preventif yang dinilai dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih luas dan lebih efesien dari sisi ekonomi.
“Sebagai investasi utama pengembangan SDM pembangunan kesehatan yang berkelanjutan mutlak diperlukan,” kata Eddy Raya Samsuri kepada Barselnews usai kegiatan pencanangan isi piringku dan cegah anemia kepada remaja putri. diGPU Jaro Pirarahan Buntok, Rabu (27/3/2019).
Dimana, lanjut dia, salah satu komponen utamanya adalah melalui perbaikan gizi masyarakat terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Ia menjelaskan, saat ini secara global di Indonesia masih dihadapkan pada tantangan berbagai masalah gizi.
Diantaranya, lanjut dia, tingginya prevalensi stunting, underweight, wasting atau pendek, kurus, kurang gizi dan anemia pada ibu hamil serta makin meningkatnya obesitas pada dewasa ( riskesdas 2018).
Ia menyebutkan, berbagai masalah gizi tersebut akan mempengaruhi kualitas hidup generasi mendatang dan akan menjadi beban negara akibat besarnya nilai ekonomi yang harus dikeluarkan sebagai dampak masalah kesehatan yang ditimbulkan.
Hal ini menjadi salah satu faktor yang menghambat peluang indonesia untuk menjadi negara maju.
“Permasalahan gizi saat ini baik gizi kurang termasuk stunting maupun gizi lebih terjadi hampir di seluruh strata ekonomi masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan,” ucap dia.
Hal ini, lanjut dia, menunjukkan bahwa yang mendasari terjadinya masalah gizi tersebut bukan hanya kemiskinan, namun juga kurangnya pengetahuan msyarakat akan pola hidup sehat dan pemenuhan gizi yang optimal.
Ia menambahkan, oleh karena itu upaya intervensi gizi sensitif dari semua sekktor terkait perlu ditingkatkan sebagaimana tertuang dalam perppres nomor 42 tahun 2013 tentang gerakan nasional percepatan perbaikan gizi dan inpres nomor 1 tahun 2017 tentang gerakan masyarakat sehat.
“Gerakan ini mengedepankan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat, melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi,” jelas dia. (UR/A2).
