
Barselnews, Kapuas – Polsek Kapuas Timur bersama unsur tripika menggandeng tokoh agama untuk menangkal atau melawan paham radikalisme.
Kapolsek Kapuas Timur, IPTU Siti Rabiatul Adawiyah mengatakan, hal tersebut dilakukan salah satu upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) diwilayah hukumnya.
“Kita bersama unsur Tripika terdiri dari TNI, Camat dan kepala desa merangkul tokoh agama untuk menangkal atau melawan paham radikalisme” kata Siti Rabiatul Adawiyah kepada Barselnews via pesan whatsApp, Minggu, 16 Juni 2019.
Ia membeberkan, beberapa langkah telah dilakukan oleh pihaknya yakni rapat antar unsur tripika.
Dalam waktu dekat, lanjut dia, pihaknya akan melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan dan bagaimana menangkal paham radikalisme.
“Tokoh Agama memang memiliki peran penting menyampaikan kepada masyarakat terkait paham radikalisme yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara,” ucap dia.
Ia menjelaskan, hal tersebut perlu dilakukan mengingat Kecamatan Kapuas Timur merupakan pintu gerbang masuk Kalimantan Tengah. Sehingga perlu peningkatan kewaspadaan baik dilingkungan masyarakat dan tetangga.
“Kami dari pihak kepolisian terus melakukan himbauan melalui Babinkamtibmas agar idelogi pancasila jangan sampai ada upaya untuk mengantikannya dengan paham lain,” jelas dia.
Sementara lanjut dia, untuk pihak kecamatan pihaknya meminta kepada Lurah, Kepala Desa bahkan RT agar mengontrol warganya sertamemberlakukan wajib lapor bagi tamu 1×24 jam. Dan juga memantau keberadaan warga dilingkungan masing-masing.
“Kita juga merangkul pihak Kantor Kementrian Agama melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sedangkan TNI-Polri terkait NKRI dan pihak Kecamatan mendukung dengan administrasi kependudukan,” ucap dia. (DJEMMY NAPOLEON/A2).
