
Barselnews, Buntok-Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah berencana akan mengembangkan sebanyak 12 destinasi objek wisata yang berada di wilayah setempat pada 2020 mendatang.
“Saat ini kita sedang menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata tersebut,” kata Kepala Dinas Pemuda Olahraga, dan Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Barito Selatan, DR Manat Simanjuntak, di Buntok, Senin, 1 Juli 2019.
Menurut dia, didalam rencana induk tersebut, akan dicantumkan 12 destinasi wisata yang akan dikembangkan, dan selanjutnya akan dibuat Peraturan Daerah (Perda), serta Peraturan Bupati (Perbup) nya.
“Kita berharap, 12 destinasi wisata itu nantinya dapat dikembangkan, karena bidang pariwisata seperti arahan Presiden Republik Indonesia bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) apabila dapat dikembangkan dengan baik,” ucapnya tanpa merinci 12 destinasi wisata yang akan dikembangkan itu nantinya.
Untuk saat ini kata dia, pihaknya masih fokus pada pengembangan objek wisata Sanggu, dan Malawen Buntok, dan beberapa objek wisata lainnya seperti kerbau rawa, pemukiman terapung yang berada di desa Bambaler, termasuk pengembangan destinasi baru yakni air terjun Bintang Ara yang berada di Gunung Bawo.
“Supaya destinasi wisata itu bisa dikembangkan, diharapkan dukungan infrastruktur yang mengacu pada tiga A yakni amenitas, atraksi, dan akses, dan dengan bagusnya tiga hal itu, maka destinasi wisata akan bisa di esplor,” ucapnya.
Untuk tahun ini lanjut Manat Simanjuntak, pihaknya mendapat bantuan dari dana CSR untuk melakukan sedikit perbaikan terutama pada objek wisata Danau Sanggu.
Selain itu ia juga menjelaskan, di Barito Selatan ini ada sebanyak empat objek pariwisata yang sudah ada Peraturan Bupati (Perbup)nya, dan keempat objek wisata tersebut yakni Liang Lempang yang berada di Desa Palurejo, Kecamatan Gunung Bintang Awai.
“Kemudian Danau Sanggu yang berada di Kecamatan Dusun Selatan, Pemukiman Terapung Desa Bambaler, Kecamatan Dusun Selatan, dan peternakan kerbau rawa yang berada di Desa Tampulang, Kecamatan Jenamas,” ucap Manat Simanjuntak yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Barito Selatan itu.
Ia menjelaskan, adapun jarak tempuh menggunakan akses jalan darat menuju objek wisata Danau Sanggu sekitar 15 kilometer dari kota Buntok dengan menggunakan akses darat, dan untuk menuju objek wisata Liang Lempang dengan jarak 70 kilometer dari kota Buntok menggunakan akses jalan darat.
Sedangkan untuk menuju objek wisata pemukiman terapung desa Bambaler menggunakan akses air/sungai dengan jarak 30 kilometer dari kota Buntok, dan untuk menuju objek wisata kerbau rawa Desa Tampulang dengan jarak 135 kilometer menggunakan transportasi air.(BI/A1).
