
Barselnews, Kapuas – Sebanyak 330 Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terdiri dari TNI-Polri, BPBD dan Masyarakat diturunkan ke-22 Desa untuk memantau penyebab kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
“Salah satu upaya untuk mencari permasalahan Karhutla, Kalteng sebagai pilot project dengan dibentuknya Satgas yang melibatkan 330 personil,” kata kepala Pelaksanan BPBD kapuas, Panatahan Sinaga kepada Barselnews, Selasa, 30 Juli 2019.
Ia menjelaskan,setiap satu kelompok satgas terdiri dari 5 personil TNI, 2 personil Polri sedangkan 7 orang masyarakat desa setempat dan satu orang dari BPBD Kapuas.
Nantinya, lanjut dia, satgas gabungan ini berbaur dengan masyarakat setempat dan ditempatkan dirumah warga.
“Keberadaan satgas ini rencananya selama 3 bulan mulai dari Juli-September 2019 sesuai dengan perkembangan situasi. Nantinya mereka yang mempelajari keadaan dilapangan penyebab terjadinya karhutla,” beber dia.
Sebanyak 330 Satgas gabungan ini lanjut dia, sudah tersebar di 22 Desa yang dianggap rawan Kebakaran Hutan dan lahan.
Menurutnya, seluruh anggota bekerja mewaspadai terjadinya Karhutla, mengupayakan pencegahan dan penanggulangannya, menggali informasi terkait permasalahan kebakaran hutan dan lahan.
“Dengan terbentuknya Satgas yang akan memantau dengan berada ditengah masyarakat bisa lebih efektif mencegah, daripada harus mengatasi yang telah terjadi,” ucap dia. (DJEMMY NAPOLEON/A2).
