Beranda Kapuas Polisi Tetapkan Oknum Guru Honorer Tersangka Karhutla di Kapuas

Polisi Tetapkan Oknum Guru Honorer Tersangka Karhutla di Kapuas

14
0

Barselnews, Kapuas – Jajaran Kepolsian Polres Kapuas menetapkan salah seorang oknum guru honorer sebagai tersangka kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Saka Mangkahai, Kecamatan Kapuas Barat.

Kejadian Kebakaran Hutan dan lahan tersebut terjadi di desa Mangkahai, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas yang mengakibatkan sekitar 2 hektar lahan terbakar.

Hal tersebut disampaikan dalam pers Rilis yang disampaikan Kabag Ops Polres Kapuas, AKP Iqbal Sengaji didampingi Kasat Reskrim AKP Soni Risky Anugrah dan Kapolsek Kapuas Barat Iptu Eko Tirto di mako Polres, Selasa, 6 Agustus 2019.

Kabag Ops mengatakan, pihaknya telah mengamankan satu orang pelaku yang merupakan guru honorer berinisial PAT (50) warga Desa Saka Mangkahai kecamatan Kapuas Barat.

Hal tersebut, berdasarkan laporan kepolisian yang dibuat Polsek Kapuas Barat di bantu Reskrim Polres Kapuas berhasil mengungkapkan kasus pembakaran hutan dan lahan yang berdampak hingga 2 hektar diluar lahan pelaku.

Ia mengungkapkan, awalnya tersangka pada Sabtu, 2 Agustus 2019 membakar lahannya untuk berladang hingga petang dan saat itu disangka api sudah padam.

Namun, lanjut dia, k esokan hari, pada Minggu 3 Agustus 2019 api menjalar hingga merembet dan membakar lahan lainya sekitar 2 hektar.

“Beruntung saat itu anggota Polsek Kapuas Barat melakukan patroli, mereka pun berupaya memadamkan api,” beber dia.

Pihaknya, pun melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi akhirnya menemukan titik terang pelaku pembakaran dan berhasil mengamankan barang bukti berupa tiga kotak korek api.

Ia menegaskan, penetapan tersangka ini merupakan pemberian efek jera bagi yang lain. Karena saat ini Kabupaten Kapuas dalam status siaga Karhutla.

Karena, lanjut dia, jauh-jauh hari sebelumnya, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan imbauan agar masyarakat membuka lahan baru untuk berladang tidak diperbolehkan dengan membakar .

“Pasal yang kita sangkakan kepada tersangka berupa Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Tengah no 5 tahun 2003 tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya. (DJEMMY NAPOLEON/A2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here