
BarselNews, Muara Teweh – Posyandu Terintegrasi Lentera Buana Desa Batu Raya I, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara mengikuti perlombaan Posyandu tingkat Provinsi Kalimantan Tengah.
Tim Penilai dari Provinsi Kalimantan Tengah yang diketuai dr Muhammad Fitryanto Leksono, Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Kalimantan Tengah beserta rombongan melakukan penilaian disambut langsung oleh Bupati Barito Utara, H Nadalsyah didampingi ketua TP PKK Barito Utara, Hj Sri Hidayati Nadalsyah dan Plt Kepala Dinas Kesehatan H Siswandoyo beserta jajarannya, Senin 26 Agustus 2019.
Bupati Barut, Nadalsyah menyampaikan bahwa program pengintegrasian antara posyandu dengan pendidikan anak usia dini dan bina keluarga balita adalah merupakan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini.
Usia dini atau balita, lanjut dia, membutuhkan kualitas kesehatan dan pendidikan yang maksimal dan memadai.
“Diharapkan semuanya bisa diperoleh melalui kegiatan di posyandu,” jelas orang nomor satu di Barito Utara, Selasa, 27 Agustus 2019.
Ia membeberkan, adapun kegiatan pengembangan di Posyandu Terintegrasi Lentara Buana, tidak hanya pada kegiatan kesehatan ibu dan anak, gizi, keluarga berencana saja.
Tetapi berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), ekonomi keluarga, dan penyuluhan-penyuluhan pengendalian penyakit menular, perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS, HIV/AIDS dan lain-lainnya.
“Hal ini guna memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, dalam hal memperoleh pelayanan kesehatan dasar, yang khususnya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi,” kata Nadalsyah.
Lebih lanjut, kata pria yang akrab disapa Koyem ini, kesehatan bukanlah tanggungjawab pemerintah saja, namun merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat termasuk dunia usaha, sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas merupakan modal utama atau investasi dalam pembangunan kesehatan.
“Untuk memantapkan upaya tersebut dan dalam rangka pengintegrasian layanan sosial dasar di posyandu yang memerlukan peran serta pemerintah daerah dan lintas sektor,” kata Koyem.
Penilaian lomba posyandu ini, lanjut Koyem, tentunya juga menjadi sarana yang sangat baik, untuk meminta masukan-masukan positif dan sebagai bahan evaluasi agar kedepannya posyandu semakin maju.(DN/A2)
