Beranda Headline Kapolres Kapuas Sebut Timpah-Pujon Sasaran Peredaran Narkoba Antar Provinsi

Kapolres Kapuas Sebut Timpah-Pujon Sasaran Peredaran Narkoba Antar Provinsi

23
0

Barselnews, Kapuas – Kapolres Kapuas AKBP Tejo Yuantoro menyebutkan Timpah-Pujon sasaran peredaran Narkoba antar Provinsi. Hal tersebut disampaikannya saat press release pengukapan tindak pidana narkoba. Senin, 23 September 2019.

Dalam press release tersebut, Kapolres Kapuas didampingi Kabag OPS AKP Iqbal Senagaji dan Kasat Norkoba IPTU Suherman.

Teruangkapnya kasus peredaran narkoba di kecamatan Timpah melibatkan empat orang pelaku asal Banjarmasin Kalimantan Selatan bahwa Timpah-Pujon merupakan sasaran empuk untuk transaksi peredaran Narkoba.

“Karena Kecamatan Timpah dan Pujon merupakan kawasan pertambangan rakyat dan Perusahaan Besar Swasta (PBS), baik pertambangan maupun perkebunan sawit,” kata Tejo Yuantoro.

Ia mengungkapkan, sebelumnya pada Kamis, 19 September 2019 pihaknya telah menangkap empat orang terduga pengedar narkoba sekitar pukul 10.00 WIB dijalan lintas Palangkaraya-Buntok, Desa Lungkuh Layang, Kecamatan Timpah.

“Dari tangan para pelaku kita mengamankan diduga narkoba jenis sabu sebanyak 10 paket seberat 45,56 gram. Atau senilai Rp 90 juta,” beber dia.

Keempat pelaku tersebut berinisial IR(48) dan MN (52) warga Desa Pandamaan, RT. 001, RW. 001, Kelurahan Pandamaan, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan.
Serta ALS (34) warga Desa Danau Panggang, RT. 001, Kelurahan Danau Panggang, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel, serta rekannya ID (33) warga Desa Telaga Silaba, Kecamatan Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalsel.

Saat ini, lanjut dia, keempatpelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolres Kapuas untuk proses penyidikandan pengembangan terkait peredaraan narkoba.

Ia menduga, marak peredaraan narkoba di dua kecamatan Timpah dan Kapuas Tengah (Desa Pujon), disebabkan banyak pertambangan rakyat, sehingga pengusumsi barang haram ini meningkat.

“Dugaan sementara pengguna Narkotika cendrung pemakainya para penambang yang memerlukan stamina untuk bekerja dan tidak menutup kemungkinan perusahaan akan dilakukan tes urin,” tandas dia.

“Berdasarkan pengakuan para pelaku mereka mampu maraup Rp 90 juta dari hasil menjual 45,56 gram sabu. Namun sebelum mereka menjualnya keburu kita tangkap,” beber dia.

Adapun barang bukti yang diamankan, satu plastik klip besar, satu plastik hitam, satu bungkusan permen Hexos, satu dompet warna ungu, satu lembar celana panjang warna abu-abu.

Serta satu Hp Merk Evercross warna hitam, Hp Merk Nokia warna putih, satu Hp Merk Nokia Warna Hitam, satu unit sepeda motor Honda Beat Repsol Warna Hitam-Orange dan satu unit sepeda Motor Yamaha Mio Soul Warna Putih-Merah. (DJEMMY NAPOLEON/A2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here