Beranda Headline Kepala DPMD Pulpis Sebut Gugatan Calon Kades Desa Bukit Rawi Tak Sesuai...

Kepala DPMD Pulpis Sebut Gugatan Calon Kades Desa Bukit Rawi Tak Sesuai Prosedur

17
0

Barselnews, Pulang Pisau – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pulang Pisau, HM. Syaripul Pasaribu menyebutkan gugatan calon kepala Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah, mengada-ada dantak sesuai prosedur.

Ia mengatakan, meski demikian soal ketidakpuasan Calon Kades yang kalah dalam Pilkades 2019 tidak siap kalah dan menang serta tidak menerima keputusan yang di ambil oleh panitia adalah hak seseorang.

“Namun gugatan para Calon Kades Bukit Rawi hanya mengada-ada saja dan tidak sesuai prosedur,” kata HM. Syaipul Pasaribu, Rabu, 2 Oktober 2019.

Menurutnya, pernyataan yang disampaikan di beberapa media bukan pernyataan sebagai kepala DPMD, namun pernyataan selaku Panitia Pilkades Kabupaten Pulang Pisau.

Yang menyatakan bahwa persoalan gugatan telah selesai difasilitasi bagi penggugat yang telah diajukan sesuai prosedur yakni tiga hari setelah masa pencoblosan dari 19-21 September 2019, yaitu Desa Kiapak, Desa Belanti Siam, Desa Paduran Sebangau serta Bakau.

Sementara untuk desa Bukit Rawi yang mengajukan Gugatan di luar jalur prosedur yang telah digariskan dan tidak masuk agenda panitia untuk ditindak lanjuti untuk penyelesaiaannya dari tingkat Desa, Kecamatan dan Kabupaten Pulpis.

” Panitia tidak masukkan agenda penyelesaiannya karena surat gugatannya tidak masuk di Panitia, tapi ditujuakan ke BPD dan BPD pun telah menjawab gugatan tersebut kepada pihak penggugat,” tegasnya panjang lebar.

Panitia, kata Syaripul, tidak melarang seseorang untuk mengajukan gugatan kemana saja yang dimungkinkan, hanya saja menurutnya diharapkan mengajukan sesuai prosedur dimana yang keberatan langsung yang menggugat dengan memperhatikan masa gugatan,

Dan kejelasan persoalan yang digugat berupa pokok gugatan, dan fokus terhadap kecurangan yang terjadi pada masa pencobolasan, bisa berupa kecurangan gunakan hak suara dan kecurangan dalam perhitungan suara.

” Ada kejelasan gugatan yang dipersoalkannya dan sanksi yang dituntut oleh pihak Penggugat. Apapun gugatannya semestinya harus melalui proses dan prosedur yang benar karena Panitia punya komitmen menegakkan rasa keadilan dan kejujuran disetiap tingkat tahapannya,” terang Syaripul.

Panitia berkeyakinan, sambung Syaripul, bahwa untuk menghasilkan kepala desa yang baik harus melalui proses yang baik dan dijauhkan dari segala kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif dari para Calon.

Dalam memproses, lanjut Syaripul, upaya penyelesaian gugatan Pilkades Panitia Fokus terhadap kualitas bukan kuantitas hasil perolehan suaranya.

Panitia sudah menyatakan setiap tahapan pilkades harus clean and clear baru bisa lanjut ke tahap selanjutnya dan bilamana ada keberatan dari calon dalam tahapan sebelumnya untuk diselesaikan terlebih dahulu baru lanjut ke tahap berikutnya.

Sebelum masa pencoblosan, ujar Syaripul, panitia juga menyampaikan hal ini dan semua calon sepakat tidak ada persoalan sehingga desa bisa lanjutkan dalam tahapan pencoblosan. Setelah masuk dalam masa ini seharusnya gugatan fokus terhadap masa pencoblosan saja.

” Kesemuanya itu tentu harus dipahami semua calon agar dapat mengikuti prosedur dan proses yang benar benar dapat dipertanggung jawabkan, jangan hanya karena tidak siap kalah lalu menggugat pemenang dengan gugatan yang mengada ada,” tandasnya. (SENDRI/A2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here