Beranda Barito Selatan Keluarga dan Warga Bongkar Kuburan Pria di Desa Ugang Sayu, Ada Apa?

Keluarga dan Warga Bongkar Kuburan Pria di Desa Ugang Sayu, Ada Apa?

48
0

Barselnews, Buntok – Keluarga dan warga membongkar kuburan seorang pria bernama Nata (39) di pemakaman umum Desa Ugang Sayu, Kecamatan Gunung Bintang Awai GBA, Kabupaten Barito Selatan. Senin, 14 Oktober 2019 sekitar pukul 13.30 WIB.

Pembongkaran makam tersebut dilakukan untuk pemeriksaan Ekshumasi dan Nekropsi dalam perkara tindak pidana penggunaan senjata api tanpa ijin dan Karena lalainya mengakibatkan orang meninggal.

Kapolsek GBA IPTU Rahmat Saleh Simamora, mewakili Kapolres Barsel AKBP Wahid Kurniawan mengatakan, pembongkaran ini dilaksanakan oleh warga desa Ugang Sayu dan keluarga korban.

“Pembongkaran makam ini dilakukan untuk pemeriksaan Ekshumasi dan Nekropsi oleh tim dokter Forensik rumah sakit Dorris Silvanus Palangkaraya yang dipimpin oleh dr RIKA dan kawan-kawan beserta 3 Pers Biddokes Polda Kalteng,” kata R Saleh Simamora kepada Barselnews, 14 Oktober 2019 malam.

Ia mengungkapkan, hal ini menindaklanjuti laporan kakak korban bernama Eka yang curiga dengan kematian korban.

Sebelumnya pada Jumat, 20 September 2019 kakak korban menerima kabar bahwa adiknya terluka di hutan Gunung Usang Desa Bintang Ara. Kemudian pada Sabtu, 21 September 2019 rombongan menggunakan mobil membawa jenasah adik korban.

Pada saat memandikan jenazah korban, lanjut dia, pelapor melihat adanya kejanggalan di tubuh korban berupa luka lobang sebesar jari pada bagian dada sebelah kiri.

Meski ada kejanggalan, namun korban dikebumikan pada, Minggu 22 September 2019 sekitar jam 13.00 Wib.

“Namun pada 30 September 2019, orang tua korban melayangkan surat pengaduan masyarakat ke Polsek GBA,” ungkap dia.

Ia membeberkan, menindaklanjuti pengaduan tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan tanggal 1 Oktober 2019. Berdasarkan hasil penyelidikan bahwa awalnya korban dinyatakan sakit dihutan saat berburu.

Namun, saat dijemput oleh masyarakat bahwa di Tempat Kejadian perkara bahwa korban telah meninggal dunia.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pengakuan temannya berburunya berinisial RN (54) bahwa korban meninggal karena tertembak olehnya. Pada saat itu dirinya menembak babi hutan di TKP, tetapi babinya tidak kena dan pelurunya nyasar menembus dada korban.

Berdasarkan keterangan tersebut, pihaknya mendatangi TKP di hutan areal HPH PT Trisetiya bersama pelaku dan saksi berhasil mengamankan 1 pucuk senjata rakitan dengan magazen berisi 2 butir peluru aktif dan 1 butir klongsong yang sudah ditembakkan.

“Berdasarkan kronologis tersebut kita melakukan pembongkaran makam untuk pemeriksaan mayat korban atau melakukan Ekshumasi dan Nekrupsi. Hasilnya kuat dugaan korban tertembak mengenai dada tembus ke jantung,” ucap dia.

Ia menambahkan berdasarkan semua itu pelaku memenuhi ketentuan telah melanggar menggunakan, menyimpan senjata api dan amunisi tanpa izinserta karena lalainya mengakibatkan matinya orang lain sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (1) UU Darurat No.12 tahun 1951 Jo Pasal 359 KUHPidana.

Kapolsek GBA pun berpesan kepada semua masyarakat yang masih memiliki senjata api dalam bentuk apapun untuk diserahkan kepada pihak Kepolisian dan tidak akan dikenakan proses hokum.

Namun, lanjut dia, apabila menemukan masyarakat yang masih memiliki dan menggunakan senjata api tanpa ijin akan dilakukan proses hukum sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Darurat No. 12 tahun 1951. (U/A2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here