Beranda Barito Utara Kepala Disnakertranskop Barito Utara Tutup Pelatihan Menjahit

Kepala Disnakertranskop Barito Utara Tutup Pelatihan Menjahit

21
0

BarselNews, Muara Teweh – Sejak dibuka pada Rabu 25 September 2019 lalu, pelatihan menjahit yang diikuti 20 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Muara Teweh, pada Selasa 15 Oktober 2019 resmi ditutup oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM (KadisnakertransKop UKM) Drs Tenggara MM, di aula Lapas setempat.

Menurut Tenggara, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Barito Utara khususnya masalah masyarakat pencari kerja (pencaker) adalah merupakan masalah yang cukup pelik dan sangat mendasar.

“Berdasarkan data tahun 2019 dari Januari hingga 30 September 2019 bahwa jumlah pencari yang terdaftar membuat kartu AK.I dari berbagai tingkat pendidikan adalah 1.880 orang, belum lagi ditambah yang belum terdaftar dan data dari tahun sebelumnya,” kata Tenggara.

Dijelaskannya, angkatan kerja di Kabupaten Barito Utara didominasi oleh mereka yang berpendidikan SD, SLTP, SLTA yang mencapai 80 persen, sedangkan mereka yang berpendidikan DI, sampai S1 dan S2 mencapai 20 persen.

“Bila kita menilik kondisi ketenagakerjaan di Barito Utara sebagai salah satu kabupaten di kalteng ini mempunyai SDA yang cukup melimpah namun tidak diikuti dengan SDM yang cukup memadai. Hal ini sangat kontradiktif dan ironis terhadap lapangan pekerjaan yang tersedia,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Tenggara juga berpesan kepada seluruh peserta agar setiap ilmu yang di dapat dan dipelajari di dalam pelatihan menjahit ini dapat menjadi bekal kalian untuk membuka sendiri atau mendapatkan pekerjaan nantinya ketika sudah kembali ke tengah masyarakat.

“Akhirnya dengan memohon ridho dan rahmat dari Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, “Program Peningkatan Kesempatan Kerja “Pelatihan Menjahit” pada hari ini saya nyatakan secara resmi ditutup,” kata Tenggara.

Sementara, Kepala Lapas Kelas II B Muara Teweh, Sarwito menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada DisnakertransKop dan UKM atas berkenannya memilih Lapas Kelas II B ini yang didalamnya warga binaan sebagai peserta pelatihan kegiatan menjahit tahun anggaran 2019.

“Hal ini merupakan wujud penghargaan yang tinggi bagi kami Lapas Kelas II B Muara Teweh, karena kepedulian dari Pemkab Barito Utara dalam memberikan keterampilan dan bekal kepada warga binaan kami yang sedang menjalani proses hukum di sini. Dan yang sangat membanggakan kami adalah, baju yang diguanakan oleh peserta itu merupakan hasil karya mereka sendiri selama 20 hari mengikuti pelatihan menjahit ini,” katanya.

Kalapas juga berharap pada tahun 2020 akan datang DisnakertransKop dan UKM bisa memberikan pelatihan seperti yang saat ini di laksanakan atau dalam bentuk pelatihan yang lain.(DN/A2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here