Jumat, Oktober 16

Dinsos Kapuas Usulkan Perbaikan Rumah Singgah dan Pengadaan Mobil Ambulance Khusus

Barselnews, Kapuas-Dinas Sosial Kapuas, Kalimantan Tengah mengusulkan perbaikan rumah singgah, dan pengadaan mobil ambulance khusus bagi masyarakat yang mengalami gangguan jiwa.

“Kondisi rumah singgah yang berada di Desa Muluwen, Kecamatan Basarang kondisi bangunannya sangat memperihatinkan sehingga perlu dibangun bangunan yang baru,” kata kepala Dinas Sosial, Budi Kurniawan Selasa (22/10/2019).

Ditambah lagi kata dia, 7 ruangan, dan satu aula dalam rumah singgah tersebut saat ini digunakan untuk menampung 15 pasien yang terkena gangguan jiwa.

“Dengan jumlah ruangan yang ada terkadang tidak mencukupi apabila ada yang menitipkan keluarganya yang mengalami gangguan kesehatan jiwa,” terangnya.

Oleh karena itu, dalam upaya meningkatkan pelayanan, pihaknya mengusulkan perbaikan, dan pembangunan bangunan baru rumah singgah tersebut, termasuk juga pengadaan ambulance, serta sarana, dan prasarana lainnya, dan konsumsi untuk 15 orang dalam setiap tahunnya.

Sebab kata dia, keberadaan rumah singgah merupakan tanggung jawab kami dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga yang mengalami gangguan jiwa.

“Pada rumah singgah itu kita tempatkan 5 orang pegawai, dan satu mobil ambulance khusus, namun mobil ambulance nya saat ini tidak sesuai dengan peruntukannya, sehingga pihaknya juga mengusulkan pengadaan mobil ambulance,” ujarnya.

Mobil ini digunakan untuk mengantar pasien gangguan jiwa kontrol kesehatan kejiwaannya ke RSUD dr Soemarno Sosro Admojo, dan juga digunakan untuk mengantar pasien yang dirujuk ke RS Jiwa Sambang Lihum Banjarmasin, atau ke RS Jiwa Kalawa Atei Palangka Raya.

Selain itu ia juga menyampaikan, rumah singgah ini hanya bersifat sementara, dan bukan tempat penampungan, dan pihaknya sering mengingatkan kepada keluarga pasien, namun kenyataannya banyak orang sakit jiwa yang terlantar diantar kesana.

“Kita berharap pada 2020 mendatang tidak ada penambahan, dan cukup 15 orang saja,” kata dia.

Meskipun demikian, pihaknya mendorong agar rumah singgah ini kedepannya sebagai salah satu sarana untuk merawat masyarakat yang mengalami gangguan jiwa.(Djemmy Napoleon/A1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *