Beranda Barito Selatan Disnakertrans Barsel Gelar Rapat Tindaklanjuti Penyelesaian Sertipikat Lahan Usaha Transmigrasi

Disnakertrans Barsel Gelar Rapat Tindaklanjuti Penyelesaian Sertipikat Lahan Usaha Transmigrasi

15
0

Barselnews, Buntok-Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Barito Selatan, Kalimantan Tengah melaksanakan rapat bersama kepala desa untuk menindaklanjuti penyelesaian penerbitan sertipikat lahan usaha transmigrasi di daerah itu.

“Rapat yang dilaksanakan ini bersama dengan Kepala Desa Wungkur Baru, Baruang, Marga Jaya, dan Gagutur, dan Desa Marga Jaya yang merupakan desa eks transmigrasi,” katanya di Buntok, Selasa.

Ia mengatakan, selain dengan kepala desa, pihaknya juga mengundang ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat desa dalam proses menindaklanjuti penyelesaian penerbitan sertipikat pada lahan usaha transmigrasi yang selama ini menjadi tunggakan itu.

Ia menjelaskan, pihaknya akan menyelesaikan penerbitan sertipikat sebanyak 1.322 bidang lahan usaha, dan untuk tahap pertama yang menjadi prioritas yakni 93 bidang tanah yang sudah di SK kan Bupati Barito Selatan.

“Berdasarkan hasil survey kita dilapangan pada 14-22 Oktober 2019 lalu, memang banyak kendala yang dihadapi diantaranya kondisi lahan transmigrasinya sudah tidak ada, dan pemilik lahan bukan orang awal yang menempati transmigrasi, dan sebagian rumah sudah ditempati penduduk lokal,” jelasnya.

Meskipun demikian kata dia, pihaknya tidak mempermasalahkan hal itu, dan penerbitan sertipikat akan disesuaikan dengan nama terakhir pemilik lahan pada lokasi transmigrasi.

Oleh karena itu pihaknya mengadakan rapat dengan kepala desa, BPD dan tokoh masyarakat ini dalam upaya untuk mencari solusi berkaitan dengan kendala yang ditemukan dilapangan.

“Dari solusi ini akan kita laksanakan survey kembali ke lapangan supaya didapat data-data lokasi yang benar-benar disepakati bersama dengan masyarakat desa,” terangnya.

Menurut dia, dari hasil survey dilapangan nantinya juga akan terlihat, lahan mana yang bisa diproses langsung hingga ketingkat sertipikat, dan mana yang harus disesuaikan terlebih dahulu dengan permasalahannya.

Untuk itu, dalam rapat ini dirinya menekankan tiga hal penting yakni agar kepala Desa, dan perangkatnya supaya membuat site plant ulang dan sketsa lokasi lahan yang belum disertpikat terutama yang sudah di SK kan Bupati.

Kemudian memasang patok dan ketiga membersihkan lokasi untuk memudahkan tim dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Barito Selatan dalam melaksanakan pengukuran lahan sesuai dengan sketsa lokasi yang diusulkan.

Ia berharap, hasil pengukuran nantinya bisa diproses pembuatan sertipikat, karena dalam pembuatan sertipikat ini gratis melalui program Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap (PTSL).

Sementara Kepala Desa terpilih Desa Wungkur Baru, Wiluyo Awin A mengucapkan terima kasih karena diundang dalam acara ini.

“Karena masih banyak masyarakat desa Wungkur Baru yang belum menerima sertipikat lahan usaha tersebut,” kata dia.

Setelah ini kata dia, pihaknya akan melaksanakan musyawarah untuk mencari jalan terbaik dalam penetapan lokasi lahan usaha yang akan disertpikat, karena lahan usaha tersebut banyak terjadi tumpang tindih lahan yang tanam masyarakat masuk dalam lahan usaha transmigrasi.

“Kita juga akan melakukan pendekatan dengan masyarakat, agar memahami tujuan dari pemerintah membuat sertipikat supaya kedepannya tidak terjadi permasalahan,” kata dia.

Sedangkan kepala desa Marga Jaya, Rokhimin juga menyampaikan bahwa sebagian lahan warga transmigrasi di desanya masih ada yang belum diterbitkan sertipikatnya terutama lahan usaha 2 (LU-2).

“Lahan yang sudah disertifikat sebanyak 286 sertipikat, dan yang belum disertifikat sebanyak 126 lahan usaha yang belum disertifikat,” jelasnya.

Pihak Disnakertrans sudah turun ke lapangan bersama BPN sudah turun ke lapangan, dan pihaknya setelah ini akan membuat peta lahan-lahan yang akan diterbitkan sertipikatnya untuk memudahkan Disnakertrans dan BPN dalam menerbitkan sertipikatnya.(BI/A1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here