
BarselNews, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H Nadalsyah meresmikan langsung cagar budaya Singa Ngenuh sekaligus pemindangan rumah leluhur Singa Ngenuh, di Desa Ketapang, Kecamatan Gunung Timang.
untuk pemindahan rumah leluhur dilakukan oleh toko atau warga adat setempat yang disaksikan oleh Buparti Barito Utara, H Nadalsyah beserta jajarannya, Pemerintah Desa, Pemerintah Kecamatan, Dinas terkait, para tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama.
Dengan dipindahnya Rumah Leluhur Singa Ngenuh diharapkan dapat menjadi Cagar Budaya sebagai salah satu destinasi wisata di Barito Utara pada Umumnya. Untuk pemindahan rumah leluhur Singa Ngenuh yang ada saat ini karena sudah tidak layak lagi, sebab termakan usia yang cukup lama.
Menurut Nadalsyah, Senin 25 November 2019, Singa Ngenuh merupakan tokoh masyarakat yang memiliki kharisma khususnya bagi masyarakat Suku Dayak Taboyan / Tawoyan / Tewoyan disepanjang Sungai Setalar.
Suku Dayak Taboyan merupakan salah satu penduduk asli Barito Utara yang ada di Kalimantan Tengah khususnya Barito Utara yaitu Kecamatan Gunung Timang, Teweh Timur dan Gunung Purei serta masih ada leluhurnya dan keturunannya yang bermukim di luar Barito Utara berdasarkan aliran sungai atau daerah lainnya seiring dengan perkembangan jaman.
“Sedangkan Sungai Setalar saat ini dikenal dengan nama Sungai Montallat, dimana disepanjang DAS Setalar terdapat banyak desa. Dari hulu ke hilir yaitu Desa Tongka, Siwau, Sangkorang, Pelari, Jaman, Payang Ara, Kandui, Majangkan, Baliti, Walur, Ketapang, Rarawa, dan Malungai,” ungkapnya. (DN/A2)
