Jumat, Oktober 16

Natal Gabungan Momentum Bangun Kebersamaan dalam Perbedaan

ZONAKALTENG, Buntok – Natal gabungan TNI, Polri, DPRD, ASN dan Gereja-Gereja merupakan momentum membangun kebersamaan dalam perbedaan. Demikian diungkapkan wakil Bupati Barsel, Satya Titiek Atyani Djoedir saat menghadiri natal gabungan, di Jaro Pirarahan Buntok, Rabu, 15 Januari 2020 sore.

“Perayaan Natal gabungan bersama TNI, POLRI, PNS dan Gereja-gereja se Barsel ini merupakan momentum dan wujud nyata dari rasa kebersamaan, baik sesama umat, maupun agama lainya,” kata Aty Djoedir.

Ia mengatakan, membangun rasa kebersamaan dalam perbedaan, hendaknya menjadi gaya hidup, dan saatnya telah tiba untuk menegaskan ulang kehidupan bersama sebagai tindakan iman.

Ini, lanjut dia, merupakan wujud dari komitmen pemerintah, untuk mengusahakan kehidupan bersama dalam persaudaraan, meskipun ada perbedaan suku, agama, kelompok, sosial kultural.

Ia mengajak agar berjuang dan mendukung segala usaha , dengan mengembangkan sikap proaktif dan positif dalam memahami keragaman.

Secara tidak langsung juga, lanjut dia, bersama-sama untuk menghayati nilai-nilai perdamaian yang sejati dalam bingkai NKRI, yakni menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

“Serta perdamaian sejati dan kecintaan kepada bangsa itulah yang merupakan nilai dari spiritual Natal yang setiap tahun kita rayakan,” ucap dia.

Pihaknya juga bersyukur dalam merayakan Natal secara kekeluargaan di Barsel yang terdiri dari bermacam-macam agama, suku, tradisi, latar belakang politik, namun disatukan oleh semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Menurutnya, tema natal tahun ini ‘Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang’. Semoga momen perayaan natal ini juga bisa mendorong dan menyemangati untuk belajar menjadikan semua orang sebagai sahabat.

Ditempat yang sama, Ketua Panitia Swita Minarsih memberikan apresiasi kepada panitia dan semua pihak sehingga bisa berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.

Menurutnya, pelaksanaan Natal Gabungan ini merupakan salah satu kegiatan pembinaan mental dan spiritual untuk memupuk tali persaudaraan dan kesatuan umat beragama Kristen sebagai pencerminan nilai-nilai keagamaan yang terkandung dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Tahun 1945. (U/A2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *