
ZONA KALTENG, Kuala Kapuas-Keberadaan Batu Buhai yang berada di Desa Sei Asam Dusun sungai Basirih Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah memiliki nilai mistis dan bisa dikembangkan menjadi objek wisata adat bernuansa religi.
“Batu Buhai yang usianya sudah kurang lebih 300 tahun yang memiliki nilai mistis, dan sangat layak dikembangkan menjadi objek wisata, karena bisa mendatangkan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Iyang, salah satu tokoh masyarakat, Senin, 20 Januari 2020.
Ia mengatakan, keberadaan batu buhai ini awalnya dari perang antar suku yang membuat keresahan dikalangan masyarakat.
Kemudian kata dia, masyarakat ada yang bermimpi bahwa ada batu diterusan yang bisa membantu untuk melindungi kampung, dan konon katanya batu tersebut ada mahluk halus.
“Batu buhai memiliki kekuatan magis yang bisa membantu masyarakat pada saat itu akan terjadi perang suku dan batu tersebut bisa membantu menghalau segala malah petaka,” katanya menceritakan.
Melalui mimpi tersebut lanjut dia, maka batu tersebut dipindahkan ke sungai Basirih dan dibangun pesangrahan.
Sampai saat ini, batu tersebut menjadi pusat perhatian warga dari luar Kalimantan Tengah, khususnya Kapuas hanya sebagian orang yang mengetahui tempat tersebut.
“Setiap hari sabtu dan minggu, sering kali warga dari luar Kapuas membawa sesajen dan melakukan rituaal sesuai dengan keinginan yang bersangkutan, baik untuk usaha maupun niat untuk menikah,” bebernya.
Konon batu ini lanjut dia, juga bisa diangkat oleh orang yang memang terpilih, dan kalau tidak terpilih tidak bisa mengangkat batu tersebut dan memang satu lagi keunikan batu buhai tidak bisa di bawa atau di curi, dan kalau pun ada yang berniat demikian akan berdampak tidak baik.
“Ada yang memindahkan batu tersebut dengan niat untuk mencuri dengan tujuan berjudi belum sempat keluar dari kawasan pesangrahan kejadian hujan dibarengi petir menjadi penghalang dan batu itu bisa kembali sendiri ke tempat semula, ” ungkap Iyang.(Djemmy Napoleon/A1).
