Jumat, Oktober 16

Seribu Hewan Peliharaan Di Barito Selatan Akan Divaksin Rabies

ZONA KALTENG, Buntok-Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan Barito Selatan, Kalimantan Tengah berencana akan memaksin sebanyak seribu ekor hewan peliharaan yang ada di wilayah setempat.

“Vaksinasi terhadap seribu ekor hewan peliharaan tersebut sesuai jadwal dilaksanakan pada Mei, namun karena memasuki bulan Ramadhan, maka jadwal vaksinasinya akan dimajukan pada April 2020 mendatang,” kata Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Ketahanan Pangan, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Barito Selatan, Hevijanto, di Buntok, Senin, 20 Januari 2020.

Ia mengatakan, vaksinasi terhadap seribu ekor hewan peliharaan tersebut merupakan target awal, sambil menunggu vaksin tambahan dari dinas terkait pada pemerintah provinsi Kalimantan Tengah.

Vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan terutama anjing tersebut lanjut Hevijanto, akan dilaksanakan pada disejumlah desa yang berada diempat kecamatan di daerah ini.

Empat kecamatan yang menjadi sasaran vaksinasi rabies tersebut yakni hewan peliharaan yang berada Kecamatan Dusun Selatan, Kecamatan Dusun Utara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, dan Kecamatan Karau Kuala.

“Hal itu mengingat jumlah hewan peliharaan terutama anjing populasinya lebih banyak pada empat kecamatan itu dibandingkan yang ada di wilayah Kecamatan Dusun Hilir, sedangkan di wilayah Kecamatan Jenamas tidak ada populasi anjingnya,” jelasnya.

Sebelum melaksanakan vaksinasi kata dia, pihaknya akan terlebih dahulu mengirimkan surat kepada pihak kecamatan terkait hal itu, supaya pihak kecamatan selanjutnya bisa menginformasikannya kepada masing-masing desa.

“Didalam surat itu nantinya akan kita cantumkan tanggal jadwal vaksinasi hewan peliharaan pada masing-masing desa,” ucapnya.

Hevijanto mengharapkan kepada masyarakat supaya menyiapkan agar pada saat jadwal vaksinasi dilaksanakan, hewan peliharaannya sudah siap untuk divaksinasi.

Karena kata dia, pada saat vaksinasi dilaksanakan biasanya hewan peliharaan seperti anjing berada di kebun, dan dirinya diharapkan pada saat jadwal pelaksanaan vaksinasi nantinya, hewan peliharaan milik masyarakat berada di desa sehingga bisa tervaksinasi semuanya.

“Vaksinasi ini sangat penting dilakukan agar hewan peliharaan tidak terkena penyakit rabies yang sangat membahayakan itu,” demikian kata Hevijanto.(BI/A1).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *