Jumat, Oktober 16

Dinas Kesehatan Kapuas Bantah Isu KLB Bakteri MRSA

ZONAKALTENG, Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas, melalui Dinas Kesehatan membantah isu terkait Kejadian Luar Biasa (KLB) terkait bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus Auresus (MRSA).

Bantahan tersebut disampaikan kepala Dinkes Kapuas, Apendi didampingi direktur RSUD dr Somarno Sosro Admojo, dr Agus Waluyo saatmngglar konferensi pers, diaula Dinkes setempat, Selasa, 4 Febuari 2020.

Apendi mengatakan, tidak ada kejadian luar biasa yang disebabkan bakteri MRSA. Kalau pun itu terjadi hanya istilah dalam program yang dilaporan pihak RSUD ke pihaknya secara berjenjang  baik ke DinasKesehatan Provinsi dan pusat.

“Intinya tidak ada kasus KLB MRSA di Kabupaten Kapuas. Jika ada hanya istilah dalam program yang dilaporkan kepada Dinas kesehatan provinsi dan Kementrian Kesehatan,” kata Apendi.

Ia mengakui memang ada 7 balita yang terpapar bakteri MRSA, namun setelah dilakukan perawatan selama 5 hari dan diberikan antibiotik para balita tersebut dinyatakan sembuh dari penyakit tersebut.

Ia menjelaskan, perlu di pahami bahwa MRSA hanya bakteri yang disebabkan karena pola hidup yang tidak bersih dan sehat.

Serta, sambung dia, akibat penggunaan obat antibiotik yang digunakan tidak sesuai anjuran atau resep dokter.

“Ini merupakan kultur pola hidup dan pola pikir masyarakat tidak pernah berperilaku hidup sehat. Contoh terkecil selalu mencuci tangan pakai sabun serta menggunakan antibiotic harus sesuai resep dokter,” ucap dia.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi penularan bakteri MRSA, pihaknya terus menggalakan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sampai ke pelosok desa.

Hal ini dilakukan, agar pola pikir masyarakat berubah dengan menjaga kebersihan dilingkungan rumah masing-masing.

“Kita menghimbau kepada masyarakat untuk terus menjaga kesehatan dengan menjaga kebersihan dilingkungan rumahnya masing-masing. Serta apabila mengosumsi obat-obatan khususnya antibiotik harus menggunakan resep dokter,” pungkas dia. (DJEMMY NAPOLEON/A2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *