
ZONA KALTENG, Kuala Kapuas-Bupati Kapuas, Kalimantan Tengah, Ben Brahim S Bahat memiliki temuan inovasi sebagai salah satu solusi dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi pada saat musim kemarau.
“Inovasi tersebut dengan membuat sejenis kincir angin atau baling-baling untuk memompa air dengan menggunakan tenaga angin agar air terus mengalir,” katanya, di Kuala Kapuas, Senin, 10 Februari 2020.
Sedangkan sumber air yang digunakan untuk membasahi lahan gambut itu lanjut dia, berasal dari embung yang telah dibuat, sehingga lahan gambut akan menjadi lembab walaupun pada saat musim kemarau.
“Karena lahan gambut mirip dengan spon, dan ketika tersiram air, maka kondisinya akan lembab walaupun pada saat musim kemarau,” jelas Bupati Kapuas yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kalimantan Tengah itu.
Ia mengatakan, hasil inovasi yang ditemukannya ini merupakan salah satu solusi yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi masalah ketersediaan air apabila memasuki musim kemarau yang rentan terjadinya Karhutla. Hal itu mengingat Kabupaten Kapuas ada dua daerah yaitu pasang surut dan non pasang surut.
Menurut Ben Brahim, inovasi ini merupakan inovasi pertama di Indonesia, bahkan di dunia, dan dipersilahkan kepada siapa saja yang ingin menggunakan inovasi ini demi kebaikan bersama sebagai antisipasi karhutla, karena dengan menggunakan inovasi ini biayanya akan lebih murah.
“Inovasi ini yang pertama di Indonesia bahkan dunia ini, lebih baik kalau ada embung, sehingga air bisa terpompa terus membasahi lahan, dan air tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk lahan perkebunan dan bidang peternakan,” kata dia.
Selain itu ia juga menyampaikan, dirinya telah menghadiri rapat koordinasi Nasional (Rakornas) pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) tahun 2020.
“Dalam menanggulangi karhutla diperlukan kerjasama seluruh element masyarakat, dan dibarengi dengan usaha serta koordinasi antar lintas sektor, dan tentunya perlu adanya inovasi, dan inovasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI, Joko Widodo pada 6 Ferbruari 2020 lalu,” jelasnya.
Menurut dia, Kapuas sudah memiliki tim Satgas Karhutla, dan diminta kepada setiap kepala desa untuk menganggarkan melalui Dana Desa dalam mendukung kinerja mereka dilapangan dan berkoordinasi antar lintas sektor.(Djemmy Napoleon/ A1).
