Jumat, Oktober 16

Naik Sepeda Motor Dari Balikpapan, Dua Anggota Pramuka Berkebutuhan Khusus Tiba di Kapuas

ZONAKALTENG, Kuala Kapuas – Luar biasa apa yang dilakukan oleh dua orang anggota Pramuka berkebutuhan khusus dari Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), tiba di Kabupaten Kapuas. Kamis, 13 Febuari 2020.

Kedatangan mereka berdua disambut langsung Kepala Dinas Sosial Kapuas, Budi Kurniawan di kantornya.

Mereka berdua yakni Fariz Bobby Kurniawan dan Norma Yunita, meski berkebutuhan khusus tuna rungu atau bermasalah dengan komunikasi tidak menyurutkan niat mereka ingin berkeliling Indonesia dengan menggunakan sepeda motor.

Meski bermasalah dengan komunikasi kedua kader pramuka luar biasa tuna rungu tersebut saat di wawancarai mengunakan tulisan yang ditulis pada buku.

“Kedatangan kita di Kapuas ini ingin mendapatkan surat keterangan dari Kepala Daerah atau Bupati bahwa benar telah berkunjung sekaligus meminta dukungan,” tulis Fariz Bobby Kurniawan, Kamis, 13 Febuari 2020.

Ia mengatakan, dirinya dan rekannya ingin berkeliling Indonesia menggunakan sepeda motor. Dari Balikpapan keduanya menggunakan sepeda motor ke Kabupaten Kapuas dengan berpakain Pramuka.

Menurutnya, keinginannya berkeliling indonesia untuk membuktikan bahwa disabilitas juga bisa melakukan kegiatan menantang layaknya manusia normal.

“Rute kita dari Balikpapan menuju Kalimantan Selatan baru sampai Kabupaten Kapuas. Intinya kita meminta surat keterangan dari Kepala Daerah bahwa kita benar telah mengunjungi daerah tersebut serta meminta dukungan,” ucap dia.

Ia menjelaskan, melalui kegiatan kepramukaan disabilitas bisa melakukan apa saja dan membuktikan mereka juga mampu untuk berpresrasi.

“Kami juga ingin mengampanyekan bahwa disabilitas bisa berbuat atau melakukan hal-hal layaknya manusaia normal,” ucap dia.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kapuas, Budi Kurniawan, memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap yang dilakukan Fariz dan rekannya Norma Yunita sebagai penyandang Disabilitas yang ingin membuktikan bisa melakukan apa saja dengan kekurangan yang dimiliki.

“Saya sangat mengapresiasi yang dilakukan kedua penyandang disabilitas berkeliling Indonesia untuk mengumpulkan surat keterangan dari Pemerintah Daerah setempat,” ucap dia.

Menurutnya, ini suatu pembuktian bahwa fisik tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk melakukan tour keliling indonesia.

Serta kegiatan mereka ini sebagai salah satu motivator pihaknya untuk menyediakan jasa transleter bagi panyandang disabilitas khusus tuna rungu.

“Setidaknya ada pengakuan bahwa kita tidak sendiri masih ada mereka yang perlu kita hargai dalam kesetaraan memiliki hak yang sama,” tutupnya. (DJEMMY NAPOLEON/A2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *