
ZONAKALTENG, Pulang Pisau – Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi II DPRD Pulang Pisau di tengah-tengah merebaknya wabah Virus Corona atau COVID-19 menyita perhatian berbagai kalangan.
Apa lagi kunjungan kerja tersebut ketempat daerah terpapar atau zona merah Virus Corona. Sehingga kegiatan para wakil rakyat ini dianggap kurang tepat, dan mendapat perbincangan hangat.
Dan informasinya, setelah kembali dari kunjungan kerja, para legislator ini akan dilakukan pemeriksaan dan pemantauan oleh Dinkes Pulpis.
Kunker Komisi II DPRD Pulpis ini ke Deputi Bidang Pengembangan SDM, Kementrian Koperasi dan UKM di Jakarta untuk melakukan audensi.
Menyikapi hal tersebut, ketua DPRD Pulpis, H. Ahmad Rifa’I menegaskan, bahwa kunker tersebut tidak seluruh komisi, hanya dilakukan komisi II.
Hal ini, lanjut dia, karena sudah terlanjur ada janji dengan Kementerian, sehingga kunker ini tetap dilaksanakan serta dipimpin oleh ketua komisi II, Yoppy Satriadi didampingi anggota Satria Wandi dan Arianson.
“Mereka konsultasi terkait program yang bisa di bawa ke Kabupaten Pulpis. Kegiatan dilaksanakan mulai dari tanggal 16-18 Maret 2020, hari ini mereka kembali,” kata Ahmad Rif’ai
Sementara lanjut dia, anggota dewan yang lain menunggu jadwal general check up pada Kamis-Sabtu ini. Namun ditunda karena pihak RS Doris Sylvanus ada kesibukan.
Terpisah anggota Komisi II, Arianson menjelaskan, bahwa dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju Palangkaraya pihaknya dilakukan pengecekan suhu tubuh di bandara.
“Setelah itu kami juga masuk keruangan khusus untuk dilakukan pemeriksaan di bandara menghadap alat sejenis scan,” beber dia.
Ia membeberkan, hasil pemeriksaan tidak ada apa-apa atau dinyatakan tidak terpapar COVID-19. Begitupun sebelumnya saat bertemu dengan deputi Kementerian Koperasi dilakukan pengecekan suhu badan serta cuci tangan pakai anti septik. (SENDRI/A2)
