Jumat, Oktober 16

Editorial Mudik atau Pulkam

Oleh: Kadarisman

(Praktisi dan Konsultan PFH, SEFTHealingTinggal di Tanjung, Tabalong)

Mudik dan pulang kampung itu berbeda. Itu ungkapan Pak Jokowi. Lalu, medsos pun ramai. Kenapa ramai? Karena ada kegalauan dari kesimpulan prematur atau secara terburu memberikan label salah dan benar terhadap satu konteks persoalan.

KBBI boleh dijadikan rujukan mencari arti dari dua hal itu. Tetapi KBBI tak akan memberikan makna yang lebih dalam, baik secara filosofis, sosiologis maupun antropologis. Karena itu pendekatan semantik dapat mengurai apakah dua hal itu berbeda.

Secara antropologis semantik mudik dapat dimaknai sebagai aktivitas kembali ke kampung terkait dengan cultural masyarakat tertentu di momentum tertentu.

Sementara Pulkam sebuah makna yang sama sekali tidak dikaitkan dengan momentum apapun, tetapi terikat dengan sebuah keadaan yang secara sosiologis membuatnya harus kembali.

Maknya sakit misalnya, mantannya yang juga tetangga maknya di kampung sudah janda, misal

Sama halnya bagaimana semantik sosilogis membedakan antara kata cewek dan wanita? Dua kata berbeda tapi dapat diartikan sama. Hal ini juga menarik untuk diketengahkan menjadi wacana berbahasa.

Cewek atau wanita adalah pilihan kata yang tak memiliki kesamaan simbol dan identitas dari keduanya. KBBI tak punya kedalaman penjelasan untuk menangkap simbol dan makna dari di kata itu selain: tak ada bedanya.

Semantik dari Kata cewek merujuk kepada identitas kawula muda, jalanan dan jauh dari keadaan formal. Sementara kata wanita merujuk pada identitas formal, segan, sopan dan lebih tua

Wanita Indonesia
Cewek matre
Ceweknya cakep-cakep
Wanita anggun

Contoh lainnya:
Cowoknya baik hati
Pria itu tak suka marah-marah.

Terakhir siapakah yang benar? Yang benar adalah apa pemahaman terakhir yang masih bertahan di dalam keyakinan orang masing-masing. Itulah kebenaran menurut diri itu sendiri.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *