Jumat, Oktober 16

Ternyata Pembuang Bayi Di Desa Bintang Ninggi II Seorang Bidan Honorer

ZONAKALTENG, Muara Teweh – Setelah digegerkan penemuan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki di Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, pihak Kepolisian berhasil menangkap pembuang bayi tersebut.

Kapolres Barito Utara melalui Kasat Reskrim AKP Kristanto Situmeang SIK, Senin 25 Mei 2020 mengatakan, bahwa pihaknya telah mengungkap kasus penemuan jasad bayi di Desa Bintang Ninggi II dan telah menangkap pelaku pembuang bayi tersebut.

Dikatakan Kristanto bahwa berdasarkan hasil olah TKP dan pengumpulan bahan keterangan disekitar TKP, didapat informasi bahwa ada salah satu warga yang selama ini diduga hamil, dan beberapa hari sebelum peristiwa penemuan mayat bayi, jarang keluar rumah.

Mendasari informasi tersebut, kata kasat, tim gabungan yang terdiri dari personil Sat Reskrim dan Polsek Bukit Sawit, pada hari Minggu tanggal 24 Mei 2020 sekitar pukul 23.50 WIB menjemput diduga tersangka berinisial Ne dari tempat tinggalnya sementara yakni di ruang Kelas VI SD Bintang Ninggi II yang berjarak sekitar 30 meter dari rumah tempat tinggalnya.

“Tersangka merupakan seorang bidan yang bekerja di Desa Bintang Ninggi II dengan status honorer,” terangnya.

Berdasarkan hasil interogasi secara intensif, akhirnya tersangka mengakui telah telah membunuh bayi laki-laki yang baru dilahirkannya pada Jumat 22 Mei 2020 sekitar pukul 21.00 WIB, di rumahnya.

Menurut keterangan tersangka, dirinya melahirkan bayi laki-laki tanpa bantuan persalaninan orang lain.

Pada saat tersangka merasakan tanda-tanda akan melahirkan, tersangka ke dapur dan melahirkan di dapur.

“Setelah bayi lahir, kemudian tersangka menyumpal mulut bayi dengan menggunakan pembalut wanita yang telah digulung dan dilipat sampai dengan bayi tersebut tidak mengeluarkan suara tangisan. Setelah dipastikan tidak ada lagi suaranya, kemudian tersangka memasukan tembuni dan bayi laki-laki tersebut ke dalam kantong plastik warna hitam yang sebelumnya telah berisi sampah dapur,” terang kasat.

Kemudian bayi-bayi tersebut dibuang ke tumpukan dahan dan ranting bekas ditebang/dipotong yang berada tidak jauh dari dapur rumah tersangka.

Selanjutnya, tersangka menjelaskan bahwa selama proses kehamilan, melahirkan dan kemudian pembunuhan terhadap bayi laki-laki tersebut, kedua orang tuanya tidak mengetahui.(DN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *