
ZONA KALTENG, Buntok-Panitia Khusus (Pansus) Anggaran COVID-19 DPRD Barito Selatan, Kalimantan Tengah bakal mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan tiga organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayah setempat terkait penggunaan anggaran percepatan penanganan COVID-19.
“Dalam waktu dekat ini, kita akan melaksanakan RDP dengan Dinas Kesehatan, RSUD Jaraga Sasameh Buntok dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” kata ketua Pansus anggaran COVID-19 DPRD Barito Selatan, Hermanes, di Buntok, Senin.
Dikatakannya, dalam RDP itu nantinya akan dibahas mengenai penggunaan anggaran percepatan penanganan COVID-19 sebesar Rp 32 miliar, dan mengenai penanganan terhadap pasien positif tertular COVID-19.
Dalam kegiatan itu nantinya juga akan dibahas mengenai penyaluran bantuan sosial (Bansos) terhadap masyarakat terdampak pandemi COVID 19.
Karena lanjut dia, dibeberapa desa, ada yang sudah dapat bansos dan sebagiannya lagi ada yang layak sebagai penerima belum mendapatkan.
“Hal itu berdasarkan hasil pantauan pansus dilapangan pada saat penyaluran bansos ada sebagian masyarakat yang layak sebagai penerima tidak terdata,” ucap politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Barito Selatan itu.
Bahkan lanjut dia, ada sekitar 40 Kepala Keluarga (KK) di Desa Talio, Kecamatan Karau Kuala yang terdata sebagai penerima bansos dari Kementerian Sosial, namun hingga saat ini masih belum menerima bantuan tersebut.
Untuk itu, dalam rapat yang dilaksanakan pada hari ini, pihaknya melakukan evaluasi kinerja baik yang sudah dilaksanakan pansus maupun pemerintah kabupaten (Pemkab) Barsel, dan setelah itu dilaksanakan RDP dengan tiga instansi.
Sebab kata Hermanes, kinerja pansus akan berakhir pada 6 Juli 2020 mendatang, dan berdasarkan hasil rapat, kinerja pansus akan diperpanjang setelah dilaksanakan RDP dengan tiga instansi tersebut.(BI/A1).
