Jumat, Oktober 16

Kapolres Barito Selatan Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Telabang

ZONAKALTENG, Buntok – Kapolres Barito Selatan, AKBP Devy Firmansyah pimpin apel gelar pasukan operasi patuh telabang 2020. Dihalaman Mapolres, Jalan Soekarno Hatta, Sababilah, Rabu, 22 Juli 2020.

“Operasi patuh telabang ini untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas guna mewujudkan kamseltibcar lalulintas paska Idul Fitri 1441 H,” kata Kapolers.

Ia mengatakan, saat ini perkembangan transportasi telah masuk dalam era digital. Hal ini perlu diikuti dengan inovasi dan kinerja polisi khususnya Polisi Lalu Lintas.

Dengan demikian, diharapkan mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut.

Seiring dengan hal itu, lanjut dia, program Kapolri profesional Modern terpecaya (Promoter) wajib dijalankan oleh polisi lalu lintas.

Menurutnya, sesuai amanat undang-undang No. 22/2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, pihaknya berharap bisa mewujudkan beberapa poin.

Poin tersebut, lanjut dia, mewujudkan dan memelihara keamanan, keselamatan dan kelancaran serta ketertiban berlalu lintas atau kamseltibcarlantas¬.

Meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.

“Beberapa poin tersebut merupakan hal yang kompleks yang tidak bisa ditangani oleh polisi lalulintas sendiri,” jelas dia.

Ia pun berharap, sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusinya yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak.

Adapun target operasi, lanjut dia, menurunnya titik lokasi kemacetan, pelanggaran, dan laka lantas serta tetap mempedomani protokol kesahatan guna memutus mata rantai penyebaran covid-19 secara preemtif, preventif, dan persuasif juga humanis.

Ia menegaskan sasaran operasi penindakan pelanggaran pada Ops patuh telabang 2020 ini diantaranya, pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, melawan arus.

Serta pengemudi roda empat yang tidak menggunakan safety belt, pengendara di bawah umur dan menggunakan hand phone saat berkendara.

“Dengan penindakan sasaran pelanggaran lalu lintas tersebut, kita mengharapkan operasi patuh tahun ini dapat menekan jumlah korban fatalitas laka lantas dan meminimalisir kemacetan lalu lintas serta terwujudnya kamseltibcarlantas yang mantap,” ucap dia.

Operasi patuh telabang ini dilaksanakan selama 14 hari, dimulai dari 23 Juli 2020 sampai dengan 5 Agustus 2020. (B/A2).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *