Beranda Headline Ketua Bawaslu Pulang Pisau Sebut Banyak Data Bermasalah Hasil Coklit

Ketua Bawaslu Pulang Pisau Sebut Banyak Data Bermasalah Hasil Coklit

56
0
Ketua Bawaslu Pulpis, Ubeng Itun

ZONAKALTENG, Pulang Pisau – Ketua Bawaslu Pulang Pisau, Ubeng Itun menyebutkan masih banyak ditemukan data bermasalah dalam tahapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit).

“Cukup banyaknya data yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS), terutama bagi masyarakat yang pindah Tempat Pemungutan Suara (TPS),” kata Ubeng Itun.

Ia mengatakan, seharusnya TMS diantaranya bagi orang yang sudah meninggal dunia, dan pindah domisili, namun ini hanya pindah TPS jadi TMS.

Dari data tersebut juga, lanjut dia, masih ada yang tidak relevan terkait pemilih disabilitas.  Ada yang janggal orang yang sakit stroke ternyata dimasukan dalam kategori disabelitas.

“Berdasarkan kunjungan kita belum lama ini ditemukan orang sakit stroke dimasukan dalam data pemilih disabilitas di daerah Sei Bakau,” beber dia.

Bahkan yang mengejutkan lagi, orang yang masuk pemilih disabilitas, namun sakit stroke ditemukan sudah meninggal sekitar satu minggu yang lalu.

Selain itu ada lagi temuan lain, yakni banyaknya stiker pemilih yang tidak terpasang khususnya di Kecamatan Kahayan Tengah.

“Kita lihat banyak stiker yang lebih itu, ternyata KPU memasang dua Kepala Keluarga (KK) satu rumah, hanya ditempel satu saja stikernya, makanya itu lebih,” beber Ubeng.

Kemudian, berdasarkan Data Pemilih Tetap (DPT) jumlah wajib pilih di Pulpis sebanyak 91.000 jiwa, namun data hasil coklit sebanyak 87.000 Jiwa.

Sementara data dari 91.000 iiwa ini, terdapat sebanyak 7.000 jiwa yang belum melaksanakan perekaman terbanyak pemilih pemula.

“Untuk yang 7000 ini, ada sebanyak 2275 jiwa, dan masih selisih 4000 lebih,” ucap dia.

Ia menegaskan, untuk menyikapi banyaknya permasalahan pihaknya sudah menyarankan KPU Pulpis untuk memperbaikinya. Karena saat ini masih dalam tahap perekapan baik Desa dan Kecamatan.

“Untuk itu, pada perekapan itu kawan kawan bisa mengusulkan atau menyampaikan, data data apa saja yang kiranya tidak sesuai. Jadi tiap tiap rekapitulasi panwascam sudah kami sampaikan agar data TMS bisa disampaikan pada saat pleno,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya pun sudah meminta panwascam dapat melaksanakan tugasnya melakukan pengawasan, dan termasuk membawa data.

“Intinya, pengawasan dari Bawaslu ini, apakah yang di coklit itu sudah dimutahirkan dan akurat, yang pasti kita memastikan itu. Dan yang jelas, permasalahan-permasalahan ini sudah kami sampaikan agar dapat di perbaiki,” pungkasnya. (SENDRI/A2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here